Terbujur Di Peti Emas, Jenazah Sihanouk Diarak Keliling Kota

Diiringi Tembakan 101 Kali

Sabtu, 02 Februari 2013, 08:27 WIB

jenazah Norodom Sihanouk Diarak

.Kerumunan massa memadati ibukota Kamboja, Phnom Penh, kemarin, untuk menghadiri prosesi pemakaman Raja Kamboja Norodom Sihanouk yang meninggal pada Oktober lalu. Tembakan salvo sebanyak 101 kali merupakan tanda dimulainya prosesi pemakaman.

Raja Sihanouk meninggal du­nia setelah mengalami serangan jantung di Beijing, China, dalam usia 89 tahun, 15 Oktober lalu. Selama tiga bulan belakangan, ja­sadnya disemayamkan di Is­tana Negara. Upacara kremasi, yang meru­pakan acara puncak prosesi pe­makamannya, digelar se­lama tiga hari.

Meski telah turun tahta pada 2004 dan menyerahkan keku­a­saan ke anaknya, No­rodom Si­ha­moni, dia tetap menjadi tokoh penting di Kam­boja hingga tu­tup usia. Hal ini bisa dilihat dari se­kitar satu juga orang meme­nuhi jalan sepanjang 1 kilo­me­ter un­tuk menyaksikan iringan ja­sad Si­hanouk di dalam peti emas me­lintasi jalan-jalan di ibukota Kam­boja, Phnom Penh.

Warga yang berduka, sejak subuh, berbaris di jalan-jalan Phnom Penh. Mereka memakai baju putih, warna duka di Kam­boja. Warga kebanyakan berlutut sembari membacakan doa untuk raja kesayangan mereka.

“Saya melihat beliau selalu be­kerja untuk negeri ini dan nega­ra­nya. Ini adalah hari ter­akhir ka­mi melihat wajahnya. Ke depan, kami hanya bisa meng­ingatnya lewat foto,” ujar Un Veth (74), war­ga Kamboja.

Iring-iringan itu juga diikuti pu­luhan pendeta Budha. Jenazahnya dibawa ke kre­ma­torium, tem­pat penya­lahan api kremasi yang akan dilakukan is­trinya, Norodom Mon­i­ne­ath dan Raja No­rodom Sihamoni, Senin (4/2).

Sihanouk menjadi raja pada 1941 saat berusia 18 tahun. Dia memimpin Kamboja untuk mer­deka dari Prancis pada 1953. Dia mampu membawa Kamboja me­lewati gejolak politik dan sosial. Sihanouk juga diasingkan ke luar negeri.

Dia juga menjadi juru damai yang membantu mengembalikan stabilitas negara setelah masa sulit rezim Khmer Merah. [Harian Rakyat Merdeka]


Kolom Komentar


Video

PA 212 Ancam Gelar Revolusi Jika Pemerintah Jadi Dalang Korupsi

Sabtu, 22 Februari 2020
Video

Gedung DPR Kebakaran

Senin, 24 Februari 2020