Kekeringan Tewaskan 11 Orang di Papua

BNPB Kirim Bantuan 13,4 Ton Permakanan

Minggu, 19 Juli 2015, 08:11 WIB
Laporan: Widya Victoria

foto:net

Kekeringan dan cuaca ekstrem telah melanda sebagian wilayah Papua. Pada 1-10 Juli 2015 terjadi hujan salju di Kabupaten Nduga, Kab. Lani Jaya dan Kabupaten Puncak Provinsi Papua yang menyebabkan pertanian puso atau gagal panen.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, akibat kondisi cuaca ekstrim, umbi-umbian dan hasil kebun di wilayah tersebut tidak ada yang bisa dipanen. Cuaca dingin menyebabkan ternak mati dan sebagian warga sakit.

"Ada enam distrik, 21 kampung dengan 20.160 KK yang terdampak kekeringan di tiga kabupaten tersebut," papar Sutopo melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, sesaat lalu (Minggu, 19/7).

Distrik yang terdampak parah adalah Distrik Kuyawage, Wano Barat, Kuwa Balim, Utpagga, Nenggejadin dan Agundugame. Empat distrik ini rata-rata berada di ketinggian 2.700 m dpal. Ditambah lagi keterbatasan kebutuhan dasar seperti permakanan, kebutuhan bayi/anak, obat-obatan dan radio komunikasi menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Sutopo menyebutkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lani Jaya, ada 11 orang meninggal dunia terdiri dari lima balita, dua anak-anak dan empat dewasa.  

"BNPB menerima laporan kejadian tersebut dari BPBD Papua pada 14-7-2015," lanjutnya.

Sejauh ini Deputi Penanganan Darurat BNPB telah mengirimkan bantuan permakanan 13,4 ton yang ada di BPBD Papua dan 15 ton beras dikirim ke Kab Nduga, Kab Lani Jaya, dan Kab Puncak pada 17-19 Juli 2015. Bantuan beras dan logistik ini sejak Jumat lalu telah didistribusikan ke Distrik Agundugame Kab Puncak dan Distrik Kuyawage Kab Lani Jaya.

Pengiriman bantuan dengan pesawat carter Susy Air menggunakan landasan darurat yang ada di dekat daerah terdampak. BNPB menyiapkan dana siap pakai Rp 250 juta untuk pengiriman logistik.

"Untuk menjangkau Distrik Kuyawage, Wano Barat dan Kuwa Balim Kab Lani Jaya diperlukan waktu 10 hari jalan kaki dari ibukota Lani Jaya," jelasnya.[wid]
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya

Rabu, 13 November 2019
Video

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Jumat, 15 November 2019
Video

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Minggu, 17 November 2019