Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Terror Truk Stockholm Swedia, Kemenlu: Tidak Ada WNI Yang Jadi Korban

LAPORAN:
  • Sabtu, 08 April 2017, 13:12 WIB
Terror Truk Stockholm Swedia, Kemenlu: Tidak Ada WNI Yang Jadi Korban
teror truk swedia/net
Tidak ada informasi yang menyebutkan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam teror truk di pusat perbelanjaan Drottninggatan, Stockholm, Swedia.

Hal itu disampaikan kementerian luar negeri melalui akun twitter resminya @portal_kemlu_RI beberapa saat lalu, Sabtu (8/4).

"Sampai saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban. Kemenlu RI terus ikuti perkembangan aksi teror yg terjadi di #Stockholm pada (7/4) Pkl. 13.53 (WS)," demikian bunyi lengkap pernyataan kemenlu.

Sebagaimana diberitakan, polisi Swedia telah menangkap seorang pria setelah sebuah truk pengangkut barang menabrak sebuah supermarket di Stockholm, dan menewaskan empat orang dan belasan lainnya terluka.

Pria itu ditangkap di pinggiran utara Stockholm, setelah polisi merilis gambar CCTV dari orang yang diduga pelaku. Demikian diberitakan BBC.

Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven, menyebut serangan hari Jumat sore waktu setempat itu sebagai serangan teroris. Lebih dari 12 orang dilaporkan terluka akibat aksi tersebut.

Perbatasan negara pun telah diperketat atas permintaan perdana menteri.

Serangan truk terjadi di depan Ahlens Department Store di Queen Street, salah satu jalan pedestrian kota. Bagian depan truk lori berwarna biru itu tampak hancur karena menabrak bagian depan toko. Pelaku diduga berjumlah dua orang.

Perusahaan bir yang memiliki kendaraan mengakui truknya dibajak oleh seorang pria di luar sebuah restoran di dekat tempat kejadian ketika sedang melakukan pengiriman barang.

Beberapa jam lalu (Jumat malam waktu setempat), polisi menangkap pria yang mengenakan jaket berkerudung. Pria yang mirip salah satu pelaku itu ditangkap di daerah Marsta. Namun, belum jelas apakah pria yang ditangkap itu merupakan terduga pengemudi truk.

Bila terkonfirmasi sebagai serangan teror, maka serangan itu akan menjadi serangan teror yang mematikan pertama di Swedia.[san]
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA