Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia Cabut Calling Visa Negara Niger

Jumat, 10 Agustus 2018, 16:42 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Foto/Kemenlu RI

Menteri Luar Negeri Niger Kalla Ankouraou mendukung inisiatif Indonesia untuk membentuk Preferential Trade Agreement dengan Economic Community of West African States (ECOWAS). Di mana, Indonesia akan mencabut status calling visa bagi warga negara Niger.

Hal tersebut dibahas saat Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A.M Fachir mengunjungi negara daratan di bagian barat Afrika itu.

"Indonesia siap meningkatkan kerja sama bilateral dengan Niger di berbagai bidang, terutama perdagangan, infrastruktur dan kerja sama teknik," ujar Fachir melalui keterangannya, Jumat (10/8).

Pertemuan bilateral merupakan kali pertama dalam sidang komisi bersama RI-Niger. Sebelumnya sidang komisi bersama telah disepakati saat kunjungan Presiden Niger Mahamadou Issoufou ke Indonesia pada Oktober 2017.

Sementara, di bidang perdagangan, Fachir mengungkapkan bahwa diperlukan penurunan tarif tentang perdagangan guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Selain itu, Fachir menuturkan peningkatan konektivitas dan people to people contact kedua. Melalui pencabutan status calling visa bagi WN Niger dan pembebasan visa bagi paspor diplomatik dan dinas yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, hingga kini hubungan bilateral RI-Niger dalam sektor perdagangan belum menunjukkan potensi optimal. Pada 2017, nilai total perdagangan hanya mencapai USD 6,62 juta. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019
Video

Anies Makin Berprestasi Makin Dicaci?

Senin, 22 Juli 2019