Dubes Tjokro Apresiasi Kehadiran Relawan Indonesia Di Ekuador

Selasa, 25 September 2018, 06:27 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Menlu Ekuador buka Resepsi Diplomatik/Net

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Quito menggelar resepsi diplomatik bertajuk “Kepedulian dan Kerja Keras, Prestasi Bangsa” di Hotel Hilton Quito, Ekuadot, Senin (17/9) waktu setempat.

Acara yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 RI ini dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri Ekuador, José Valencia Amores yang menjadi tamu kehormatan acara tersebut.

Dalam kesempatan ini, Dutabesar RI untuk Ekuador, Tjokrosuprihatono memberikan apresiasi khusus terhadap para relawan Indonesia di Ekuador, seperti para misionaris Katolik yang telah melakukan kegiatan sosialnya di daerah remote area dan diterima baik oleh masyarakat setempat, relawan pengajar dan traveler juga melakukan misi sosial di tempat-tempat yang dilalui.

Apalagi, pelayanan sosial yang dilakukan unik. Seperti para misionaris yang melakukan pendekatan melalui permainan sepakbola, musik dan budaya. Sementara relawan mengajar bahasa inggris melalui permainan.

“Traveler melakukan misi sosial serta promosi Indonesia seperti mengadakan workshop batik pada anak-anak setempat. Relawan itu sudah berkontribusi memberi citra positif masyarakat Indonesia yang toleran,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Dubes RI juga menyampaikan mengenai kesuksesan Indonesia sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Ekuador atas dukungan yang diberikan kepada Indonesia dalam pemilihan anggota tidak tetap DK PBB beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Menlu Ekuador, José Valencia menyampaikan  tentang hubungan kedua negara yang semakin meningkat di berbagai bidang, khususnya di bidang perdagangan. Kedua negara mempunyai persamaan dengan penduduknya yang beranekaragam budaya, etnik dan bahasa. Keanekaragaman tersebut adalah kekayaan bersama.

Usai sambutan Dubes Tjokro dan Menlu Ekuador, kemudian melakukan toast sebagai tanda dibukanya acara secara resmi yang diiringi oleh bunyi alat musik angklung. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Dubes Tjokro. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Menteri Luar Negeri Ekuador, José Valencia sebagai Guest of Honour.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 orang tamu yang terdiri dari pejabat pemerintah Ekuador, seperti Jaksa Agung Ekuador, Ruth Palais, ketua Chamber of Industry and Business, Pablo Semana, anggota Nasional Asemblea, para Duta Besar, kalangan diplomatik, para pengusaha, pemuka agama Islam dan Katolik, perwakilan travel agents dan hotel, akademisi, masyarakat Indonesia di Ekuador serta para sahabat Indonesia lainnya. [ian]

Kolom Komentar