Festival Kuliner Indonesia Pikat Antusiasme Warga Toronto

Rabu, 24 Oktober 2018, 10:36 WIB | Laporan: Amelia Fitriani

Festival kuliner Indonesia/KJRI Toronto

Udara dingin yang mulai menyapa kota Toronto, Kanada tidak menyurutkan antusiasme lebih dari 700 masyarakat Indonesia dan Kanada untuk datang ke festival kuliner dan budaya nusantara bertajuk "Kedai Indonesia" akhir pekan kemarin.

Kegiatan tersebut diadakan di gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Toronto (KJRI Toronto) dan digelar oleh KJRI Toronto bekerjasama dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia Kanada (Permika) dan masyarakat Indonesia di Toronto.

Kedai Indonesia menghadirkan 18 vendor yang menyajikan berbagai jenis kuliner nusantara, seperti Gudeg, Sate, Bakso, Pempek, Gado-gado, Martabak, Tempe, jajanan pasar, serta berbagai produk dan bumbu Indonesia yang telah masuk ke pasar Kanada.

Ada hal yang membuat acara Kedai menjadi unik karena setiap vendor mengenakan pakaian tradisional dan menghiasi kedainya dengan dekorasi khas warung Indonesia. Bahkan, salah satu vendor menghiasi kedainya dengan Batik yang telah berusia lebih dari 100 tahun.

Tujuan penggunaan pakaian daerah tersebut yaitu dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober.

Selain kuliner, Kedai Indonesia juga menghadirkan penampilan grup musik dan tarian tradisional Indonesia seperti angklung, gamelan, keroncong, rampak gendang, tari Bali dan tari Lenggang Melayu. Penampilan kesenian budaya tersebut mendapatkan sambutan yang meriah dari pengunjung yang hadir.

Disamping itu, terdapat pula talkshow mengenai update kondisi ekonomi Indonesia yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia New York dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC)-New York.

Konsul Jenderal RI Toronto, Leonard F. Hutabarat Ph.D. menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Kedai Indonesia yaitu untuk mempromosikan kuliner dan budaya Indonesia kepada masyarakat Kanada, khususnya di kota Toronto.

"Berbeda dengan acara sebelumnya, Kedai kali ini menghadirkan talkshow mengenai updating ekonomi Indonesia. Tujuannya agar masyarakat Indonesia dan Kanada memahami dengan baik kondisi real perekonomian Indonesia saat ini. Supaya tidak termakan hoaks," jelas mantan Kepala Pusat P2K2 Amerika dan Eropa, Kemlu ini seperti keterangan yang diterima redaksi pekan ini.

Pada acara tersebut, Konjen RI Toronto juga menerima donasi dari Konsul Kehormatan Kerajaan Kamboja di Ontario, Chhat Chhour dan komunitas Vietnam dan Filipina yang ditujukan bagi untuk korban gempa dan tsunami di Palu dengan total donasi mencapai 6.720 dolar Kanada.

Konjen Leonard menyatakan akan meneruskan donasi tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selaku instansi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menerima bantuan dari komunitas asing. [mel]

Kolom Komentar