Bulu Mata Palsu Produk Indonesia Jadi Primadona Di Ekuador

Kamis, 20 Desember 2018, 09:56 WIB | Laporan: Ruslan Tambak

Diennaryati Tjokrosuprihatono-Patricio Alarcon/KBRI Quito

. Bulu mata cetar membahana ala Syahrini rupanya menjadi salah satu produk ekspor primadona dari Indonesia ke Ekuador dan sejumlah negara Amerika Latin lainnya. Hal ini mengemuka dalam Forum Bisnis Indonesia-Ekuador yang diselenggarakan pekan lalu di Hotel Marriot Quito, Ekuador.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (20/12), Forum Bisnis Indonesia-Ekuador yang dihadiri puluhan pengusaha Ekuador dari berbagai bidang usaha ini, sejumlah produk yang mengemuka dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan antara kedua negara antara lain adalah produk-produk kecantikan, bulu mata palsu, buah-buahan, coklat, rempah-rempah, kelapa sawit, kertas dan furniture.

Forum Bisnis Indonesia-Ecuador tanggal 11 Desember 2018 tersebu dibuka oleh Presiden Kamar Dagang Quito, Patricio Alarcon dan Dubes RI Quito, Diennaryati Tjokrosuprihatono. Secara khusus Patricio Alarcon menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat menarik untuk dijadikan partner bisnis oleh para pengusaha Ekuador mengingat Indonesia memiliki potensi ekonomi perdagangan yang sangat besar.

Sementara itu Dubes RI Quito dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun postur hubungan ekonomi kedua negara masih belum terlalu signifikan, namun terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Diharapan di tahun mendatang dengan akan terlaksananya Working Group on Trade and Investment RI-Ekuador pada bulan Desember ini juga, akan semakin membuka peluang bisnis di antara kedua pihak.

Untuk lebih memberikan pencerahan terhadap peluang-peluang bisnis di Indonesia, dalam forum tersebut dihadirkan pembicara dari Indonesia yaitu Ika Yulistiawati dari Indonesia Trade and Promotion Centre (ITPC) Mexico dan Andi Killang Pakkanna dari LKPEN atau Lembaga Komunikasi Percepatan Ekspor Nasional.

Dalam presentasi dan diskusi panel oleh kedua pembicara tersebut dibahas potensi-potensi kerjasama, kebijakan pemerintah Indonesia terkait ekspor-impor, prosedur dan mekanisme ekspor-impor, prosedur serta insentif untuk investasi di Indonesia serta hal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh para pengusaha dalam melakukan ekspor-impor.

Dalam sesi inilah terlihat animo besar para pengusaha Ekuador untuk menggali kerjasama lebih lanjut dengan pihak Indonesia dalam berbagai bidang komoditi. Dalam kesempatan ini juga Indonesia menerima sejumlah inquiries untuk melakukan ekspor maupun impor dengan Indonesia antara lain untuk produk bulu mata palsu, cacao, kayu jati, tekstil, furniture dan produk makanan khususnya Indomie dan sejumlah komoditi lainnya.

Terdapat juga keinginan untuk melakukan investasi di bidang permesinan dan assembling serta pembentukan aplikasi mobile. Sebagian dari inquiries tersebut telah langsung ditindaklanjuti melalui pembentukan kontak langsung dengan counterpartnya di Indonesia serta pembentukan komitmen bisnis.

Pada tanggal 13 Desember 2018 telah juga dilakukan penandatanganan komitmen kerjasama antara LKPEN dengan pengusaha coklat Ekuador, Leaf. Ltd serta pembentukan kerjasama pariwisata dengan salah satu travel agent Ekuador untuk mempromosikan destinasi wisatan Indonesia di Ekuador.

Selain forum bisnis, kegiatan dilanjutkan dengan gala dinner dan malam budaya serta pemberian penghargaan Primaduta Award dari Presiden RI kepada Toyota Ekuador yang mendapatkan Primaduta Award untuk kategori Potential Market.

Dubes RI Quito menyampaikan bahwa Primaduta Award ini diberikan oleh Pemerintah Indonesia sebagai token of appreciationi bagi partner Indonesia yang telah menunjukan loyalitas dan komitmen dalam berbisnis dengan Indonesia.

Penghargaan diterima langsung oleh Luis Baca, Comercial Director dari Toyota Ekuador yang menyampaikan terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Indonesia ini. Menurutnya, assembly Toyota dari Indonesia berkualitas sangat baik dengan harga yang sangat kompetitif. Luis Baca juga menyampaikan komitmennya untuk terus berpartner dengan Indonesia. Dari tahun ke tahun, pembelian terus meningkat dengan kenaikan 137 persen di tahun 2017. Tipe Toyota yang biasa di impor dari Indonesia adalah Fortuner dan Innova.

Usai pemberian Primaduta Award, seluruh pengusaha dan undangan yang hadir pun menikmati suguhan musik ciamik dari Balawan and the Batuan Ethnic Fusion yang khusus datang dari Bali untuk menampillkan kebolehannya dalam memainkan gitar yang dipadu dengan Gamelan Bali. Tidak saja musik, namun juga ditampilkan sejumlah lagu seperti Keroncong Kemayoran dan Jali-jali yang dipersembahkan khusus oleh Dubes RI Quito bersama Ayu Kamaratih dari Balawan and the Batuan Ethnic Fusion.

Selain suguhan musik, tamu juga disuguhi dengan gastronomi khas Indonesia yaitu bir pletok, soto ayam serta nasi goreng komplit. Kegiatan Malam Budaya dengan suguhan musik dan gastronomi ini pun berlangsung meriah dan mendapat apresiasi tinggi dari tamu yang hadir. [rus]

Kolom Komentar