Pengamat: Raja Mundur, Warga Malaysia Tetap Hormat Pada Kerajaan

Senin, 07 Januari 2019, 21:38 WIB | Laporan: Amelia Fitriani

Sultan Muhammad V/Net

Publik Malaysia akhir pekan kemarin dikejutkan oleh pengunduran diri mendadak Raja Malaysia, Sultan Muhammad V pada Minggu (6/1). Dia menjadi Yang di-Pertuan Agong pertama yang memilih untuk turun takhta dalam sejarah monarki Malaysia.

Menyusul keputusan itu, Konferensi Para Penguasa memutuskan untuk memilih seorang raja baru pada 24 Januari mendatang. Sementara itu, Sultan Nazrin dari Perak, wakil raja, akan bertindak sebagai penjabat kepala negara.

Meskipun ada ketidakpastian tentang siapa yang akan mengambil alih dalam beberapa minggu mendatang, namun mundurnya Sultan Muhammad V tidak mengurangi rasa hormat publik Malaysia terhadap monarki.

Peneliti senior Institut Urusan Internasional Singapura, Oh Ei Sun mencatat bahwa Malaysia tidak mempraktikkan monarki dinasti di tingkat federal, tetapi lebih bersifat rotasi.

"Dengan demikian, penghormatan rakyat adalah untuk institusi dan bukan raja individu. Jadi pengunduran diri satu raja akan diikuti oleh penobatan raja lainnya, yang akan terus menikmati rasa hormat seperti itu," jelasnya.

"Agong dipuja karena kesucian institusi monarki di Malaysia," kata peneliti di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Mustafa Izzuddin.

Namun dia mengingatkan bahwa mungkin sulit untuk mengukur popularitas raja-raja Malaysia karena mereka cenderung menghindari sorotan publik terutama pada masalah politik.

Sementara itu, direktur eksekutif Institut Penang, Ooi Kee Beng, mengatakan bahwa pengunduran diri Sultan Muhammad V mungkin tidak mengejutkan bagi kerajaan. Ketidakpastian sekarang adalah tentang siapa Agong berikutnya.

"Saya sangat meragukan ini akan berarti ketidakstabilan bagi negara, mungkin untuk kantor (raja) itu sendiri, tidak lebih," tambahnya, seperti dimuat Channel News Asia. [mel]
Tag:

Kolom Komentar