Bos Huawei Geram Penangkapan Putrinya Bermotif Politik

Selasa, 19 Februari 2019, 16:37 WIB | Laporan: Amelia Fitriani

Meng Wanzhou/Net

Pendiri Huawei Ren Zhengfei mengatakan bahwa penangkapan putrinya di Kanada bermotif politik.
 
Putrinya, Meng Wanzhou yang juga merupakan Kepala Keuangan Huawei ditangkap 1 Desember lalu di Vancouver atas perintah Amerika Serikat.
 
"Pertama, saya keberatan dengan apa yang telah dilakukan Amerika Serikat. Tindakan bermotivasi politik semacam ini tidak dapat diterima," kata Ren kepada BBC dalam sebuah wawancara.
 
Meng didakwa melakukan penipuan bank dan kawat untuk melanggar sanksi Amerika terhadap Iran.
 
Sementara itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat membantah tuduhan itu bermotivasi politik.
 
"Kasus pidana Departemen Kehakiman terhadap Huawei CFO Meng Wanzhou hanya didasarkan pada bukti dan hukum," kata juru bicara Nicole Navas seperti dimuat Reuters.
 
"Departemen mengejar kasus-kasus yang bebas dari campur tangan politik dan mengikuti bukti dan aturan hukum dalam mengejar tuntutan pidana," sambungnya.
 
Huawei, bersama dengan perusahaan peralatan jaringan China lainnya, ZTE Corp, telah dituduh oleh Amerika Serikat bekerja atas perintah pemerintah China. Amerika Serikat mengatakan peralatan mereka dapat digunakan untuk memata-matai orang Amerika. Huawei telah berulang kali membantah klaim tersebut.
 
Mengomentari keprihatinan mata-mata, pendiri Huawei menegaskan kembali bahwa perusahaan tidak akan pernah melakukan kegiatan mata-mata. [mel]
Tag:

Kolom Komentar