Dubes Wahid Bangga WNI Di Rusia Antusias Nyoblos

Senin, 15 April 2019, 16:02 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

WNI menujukkan jari usai memberikan suara di TPSLN Moskow/Net

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Moskow Rusia menyelenggarakan pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 dengan tertib dan lancar.

Lancarnya pemungutan suara tersebut lantaran sebelumnya PPLN Moskow dan KPPLN Moskow telah melakukan persiapan akhir menjelang pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada Minggu  (14/4) di TPSLN No. 001 Moskow di KBRI Moskow

"Penyiapan ruangan/tempat pemungutan suara dan perlengkapan atau kebutuhan teknis pemungutan suara, pengarahan akhir kepada KPPSLN, serah terima logistik/keperluan pemungutan suara dari PPLN Moskow kepada KPPSLN Moskow, serta logistik disimpan ditempat yang aman di ruangan fungsi komunikasi," ungkap ketua PPLN Moskow melalui keterangan tertulis yang diterima. Senin (15/4).

"Untuk pelaksanaan pemungutan suara tgl 14 April 2019, PPLN dan KPPSLN berkoordinasi dengan  unsur pengamanan KBRI Moskow guna mengamankan jalannya pemungutan suara di TPSLN Moskow. Situasi di Moskow menjelang pemungutan suara dalam keadaan kondusif," tuturnya.

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi mengatakan pemungutan suara pemilu 2019 sangat ditunggu-tunggu oleh Warga Negara Indonesia (WNI) di Rusia.

"Ada dua orang itu namanya Farhan dan Akbar, mereka datang dari Kazan 13 jam menggunakan kereta Api ke Moskow, antusiasnya luar biasa, mereka bilang enggak mau melalui metode Pos karena sekalian ingin ke Moskow," ungkap Dubes Wahid saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/4).

Wahid menuturkan para pemilih WNI di Rusia saat ini 50 persen merupakan mahasiswa, dan 50 persennya lagi bekerja dengan berbagai berprofesi ada yang mulai dari Guru, Dosen, dan lainnya.

Untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPT LN Moskow sebanyak 507 surat suara, dan yang mencoblos 315 orang, sementara DPTb LN sebanyak 35 surat suara  yang mencoblos sebanyak 17 orang, selain itu pemilih DPK LN sebanyak 45 surat suara yang mencoblos sebanyak 38 orang. Sehingga jumlah keseluruhan 583 surat suara yang mencoblos 370 orang.

Selain itu untuk pemilihan DPR, pemilih DPT LN sebanyak 507 surat suara, yang mencoblos 315 orang, pemilih DPTb LN sebanyak 3 yang mencoblos 3 orang, dan DPK LN sebannyak 45, yang mencoblos 38 orang, sehingga jika ditotalkan 555 surat suara, dan yang mencoblos sebanyak 356.

Jumlah surat suara yang diterima ditambah 2 persen cadangan yakni sebesar 518 hasil penambahan dari 507 (DPT) dan 11(surat suara cadangan 2%). Sementara itu jumlah surat suara yang dikembalikan karena rusak/keliru dicoblos yakni 2 surat suara, dan jumlah surat suara yang tidak digunakan/tidak terpakai, termasuk sisa surat suara cadangan sebanyak 160, sehingga total suara yang digunakan sebanyak 356 suara.

"Kita totalkan yang memilih 64,5%, tapi masih tunggu yang dari pos. Dan yang tidak mencoblos ada yang karena tidak memiliki formulir A5, dan tidak termasuk dalam kategori DPK dan DPTb, ada pula  WNI yang terdaftar tapi ternyata sudah pindah ke Indonesia tanpa laporan ke KBRI," ungkap Wahid.

Dengan ini, Wahid mengapresasi antusiasme WNI di Rusia menggunakan hak pilihnya atau tidak golput, hal ini juga berkat kegiatan-kegiatan yang selalu diselenggarakan oleh KBRI, seperti diskusi dengan mahasiswa, diadakan juga bazar kuliner Indonesia, pameran dan sebagainya.

Kolom Komentar