Hujan Salju Tak Menyurutkan Semangat Mahasiswa WNI Nyoblos DI KBRI Moskow

Selasa, 16 April 2019, 12:30 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Foto: KBRI Moskow

Pemungutan suara di Kota Moskow, Rusia pada Minggu (14/4) lalu, telah dilaksanakan dan berjalan lancar.

Bagi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia setempat, Pemilu 2019 terasa sangat istimewa.

"Pemungutan suara periode ini sangatlah istimewa karena bukan hanya memilih anggota legislatif saja melainkan memilih presiden dan wakil presiden. Pelaksanaan pemungutan suara ini pun berjalan lancar seperti lima tahun yang lalu yaitu tahun 2014," ujar Ketua Permira Moskow, Ade Irma Elvira melalui keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/4).

Ade pun menceritakan, Pemilu lima tahun lalu, ia baru kelar sidang disertasi ketika ikut mencoblos. Semangat yang sama masih dirasakannya untuk Pemilu kali ini.

"Meski kota Moskow dingin dan turun salju lagi. Tidak menyurutkan niat saya dan tetap bersemangat untuk hadir dan menggunakan hak suaranya. Di mana saya mengingat lima tahun lalu saya pernah memilih calon presiden dan wakil saat saya selesai ujian disertasi dan kali ini saya lakukan selesai kerja praktik di kampus," ulas Ade.

Para mahasiswa WNI juga dinilai antusias hadir untuk mencoblos, khususnya dari di Kota Kazan yang membutuhkan waktu 13 jam untuk sampai ke Moskow.

Selain itu ada juga pekerja profesional di spa dan tenaga kerja wanita, termasuk wisatawan Indonesia.

Menurut Ade, antusiasme para pemilih WNI lantara selama ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sering melaksanakan sosialisasi Pemilu yang juga melibatkan mahasiswa.

Meski ada juga pemilih yang masih kebingungan karena tidak begitu mengenal calon anggota legislatif (caleg). Berbeda dengan capres dan cawapres.

"Masyarakat sangat yakin dengan pilihannya karena sedikit banyak telah mengenal lewat debat capres/cawapres yang disajikan KPU dan bekerja sama dengan televisi swasta dan di upload di online atau streaming sehingga masyarakat tidak lagi meraba siapa capres/Cawapres yang akan dipilih," tuturnya.

Ade berharap siapapun presiden yang terpilih dapat lebih memperhatikan mahasiswa Indonesia di luar negeri.

"Orang-orang hebat dan peneliti Indonesia yang berada di luar negeri agar kiranya bisa kembali ke Indonesia untuk membangun negeri dan bukan membiarkan mereka dalam kondisi nyaman di negara lain,” tandas Ade.

Kolom Komentar