AS Rusak Upaya Korut Bangun Perdamaian Di Semenanjung Korea

Kim Jong Un dan Donald Trump pada KTT Hanoi/Net

Amerika Serikat merusak upaya Korea Utara untuk membawa perdamaian ke Semenanjung Korea.

Korea Utara memandang Amerika Serikat tidak serius bekerjasama dalam upaya perdamaian. Pasalnya, di satu sisi Amerika Serikat berupaya membuka diri untuk dialog demi peningkatan hubungan dan upaya perdamaian, namun di sisi lain tetap menerapkan skema sanksi ekonomi terhadap Korea Utara.

Menurut keterangan pemerintah Korea Utara, sebagaimana dilihat redaksi awal pekan ini (Selasa, 14/5), Korea Utara mengambil langkah agresif dan signifikan tahun lalu dengan secara sukarela menghentikan uji coba nuklir dan uji coba rudal balistik antarbenua. Korea Utara meletakkan batu pertama menuju pembangunan kepercayaan yang merupakan kunci utama untuk menghilangkan hubungan bermusuhan.

Untuk menunjukkan niat baik itu, lebih lanjut Korea Utara juga menghancurkan sepenuhnya situs uji coba nuklir di bagian utara. Langkah itu diambil tidak lain demi menunjukkan keseriusan dan membangun kepercayaan untuk membuka dialog yang baik dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Upaya itu berbuah manis dengan bertemuanya Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump Juni 2018. Kedua pemimpin membuat deklarasi bersama yang bersejarah untuk mengumumkan kepada dunia bahwa kedua negara akan menulis sejarah baru.

Namun, tanggapan Amerika Serikat justru mengecewakan.

Beberapa politisi Amerika Serikat menilai bahwa Korea Utara datang ke meja perundingan karena ada sanksi.

"Mereka (Amerika Serikat) melemparkan selimut basah di atas atmosfer untuk berdialog dengan berteriak-teriak tentang tekanan maksimum," begitu bunyi keterangan tersebut.

Baru-baru ini Amerika Serikat bahkan melakukan tes untuk intersepsi simulasi rudal balistik antarbenua dan melanjutkan latihan militer. Padahal Trump sebelumnya telah berkomitmen untuk menangguhkannya.

"Apa yang diinginkan Korea Utara adalah membangun. Melalui pembangunan kepercayaan, sebuah mekanisme perdamaian yang tahan lama di semenanjung Korea di mana situasi yang bergejolak terjadi, daripada sanksi dicabut," bunyi keterangan yang sama.

"Jika Amerika Serikat, yang tidak tahu apa yang dipikirkan mitra dialognya, bersikeras memaksakan tuntutannya yang keterlaluan terhadap yang terakhir, itu tidak lebih dari mimpi bodoh," tambahnya.

Korea Utara sendiri tidak akan berkompromi atas masalah yang menyangkut kepentingan mendasar Negara dan rakyatnya.

Sementara itu, Kim sendiri beberapa waktu lalu menegaskan bahwa jika Amerika Serikat tetap berpegang pada cara perhitungan politik saat ini, prospek penyelesaian masalah akan suram dan sangat berbahaya.

"Pada saat genting ini, saya berharap bahwa Amerika Serikat akan membuat penilaian yang baik," jelas Kim, dimuat pernyataan yang sama.

"Sekarang Amerika Serikat harus menyadari bahwa, dengan pemikirannya seperti itu, dia tidak akan dapat memindahkan sedikitpun Korea Utara atau mendapatkan apa yang diinginkannya," tegasnya.

Kolom Komentar


Video

Idul Fitri Ditengah Pandemi

Kamis, 28 Mei 2020
Video

VIRAL, Potongan Video SBY yang di Unggah Tahun 2018

Kamis, 28 Mei 2020

Artikel Lainnya

Lewat BNPB, KOTRA Sumbangkan 5.000 Alat Tes PCR
Dunia

Lewat BNPB, KOTRA Sumbangkan..

29 Mei 2020 17:21
AS Kerahkan Sistem Pertahanan Rudal THAAD Di Korea Selatan, China Geram
Dunia

AS Kerahkan Sistem Pertahana..

29 Mei 2020 16:18
Sudah Punya 15, Norwegia Tetap Tambah Tiga Lagi Pesawat Tempur Siluman F-35 Terbaru
Dunia

Sudah Punya 15, Norwegia Tet..

29 Mei 2020 16:12
China Bangun Terowongan Angin FL-62 Untuk Rancang Pesawat Tempur Generasi Keenam Sebelum 2035
Dunia

China Bangun Terowongan Angi..

29 Mei 2020 15:49
Soal UU Keamanan Nasional Hong Kong, Kemlu: Jika AS Terus Campur Tangan, China Siap Bertindak
Dunia

Soal UU Keamanan Nasional Ho..

29 Mei 2020 15:40
Gelombang Panas Dan Serbuan Belalang, Melengkapi Kesengsaraan India Di Tengah Pandemik Covid-19
Dunia

Gelombang Panas Dan Serbuan ..

29 Mei 2020 15:26
Apresiasi Tenaga Medis, Tim Aerobatik Jepang Hiasi Langit Tokyo
Dunia

Apresiasi Tenaga Medis, Tim ..

29 Mei 2020 15:01
Khawatir Ada Mata-mata Di Kampus, Trump Titahkan Pembatalan Visa Mahasiswa Pascasarjana Dari China
Dunia

Khawatir Ada Mata-mata Di Ka..

29 Mei 2020 14:43