Marak Gelombang Anti-Vaksin, 1.500 Orang Meninggal Di Kongo Karena Wabah Campak

Ilustrasi vaksin/Net

Setidaknya 1.500 orang telah meninggal dunia akubat epidemi campak terbaru yang terjadi di Republik Demokratik Kongo. Begitu kata otoritas kesehatan di negara tersebut pada Selasa (11/6).

"Kami telah melihat peningkatan jumlah dugaan kasus campak sejak awal tahun ini, dengan total 87.000 kasus yang dicurigai, dilaporkan pada pertengahan Mei," kata Menteri Kesehatan Oly Ilunga Kalenga.

"Kematian diperkirakan 1,8 persen," sambungnya.

Dengan demikian, ada sekitar 1.500 kematian terjadi.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa tim medis telah menemukan kasus campak di 23 dari 26 provinsi di negara Afrika tengah yang luas itu.

Dia mengumumkan program vaksinasi berskala besar yang diperbarui untuk mencoba melawan wabah tersebut. Pasalnya, kurang ya kesadaran warga akan pentingnya vaksinasi serta maraknya gelombang anti-vaksin membantu penyebaran wabah tersebut.

"Pada bulan April, 2,24 juta anak berusia antara enam bulan dan 59 bulan divaksinasi selama empat hari dan kampanye imunisasi lain yang mencakup 1,4 juta anak akan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang," kata Kalenga.

"Vaksinasi adalah satu-satunya intervensi kesehatan masyarakat yang mampu mengakhiri epidemi campak," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

"Untuk menghentikan rantai penularan campak dan mencegah epidemi di masa depan, setidaknya 95 persen dari populasi, harus divaksinasi," tutupnya seperti dimuat AFP.
Tag:

Kolom Komentar


Video

Idul Fitri Ditengah Pandemi

Kamis, 28 Mei 2020
Video

VIRAL, Potongan Video SBY yang di Unggah Tahun 2018

Kamis, 28 Mei 2020

Artikel Lainnya

Lewat BNPB, KOTRA Sumbangkan 5.000 Alat Tes PCR
Dunia

Lewat BNPB, KOTRA Sumbangkan..

29 Mei 2020 17:21
AS Kerahkan Sistem Pertahanan Rudal THAAD Di Korea Selatan, China Geram
Dunia

AS Kerahkan Sistem Pertahana..

29 Mei 2020 16:18
Sudah Punya 15, Norwegia Tetap Tambah Tiga Lagi Pesawat Tempur Siluman F-35 Terbaru
Dunia

Sudah Punya 15, Norwegia Tet..

29 Mei 2020 16:12
China Bangun Terowongan Angin FL-62 Untuk Rancang Pesawat Tempur Generasi Keenam Sebelum 2035
Dunia

China Bangun Terowongan Angi..

29 Mei 2020 15:49
Soal UU Keamanan Nasional Hong Kong, Kemlu: Jika AS Terus Campur Tangan, China Siap Bertindak
Dunia

Soal UU Keamanan Nasional Ho..

29 Mei 2020 15:40
Gelombang Panas Dan Serbuan Belalang, Melengkapi Kesengsaraan India Di Tengah Pandemik Covid-19
Dunia

Gelombang Panas Dan Serbuan ..

29 Mei 2020 15:26
Apresiasi Tenaga Medis, Tim Aerobatik Jepang Hiasi Langit Tokyo
Dunia

Apresiasi Tenaga Medis, Tim ..

29 Mei 2020 15:01
Khawatir Ada Mata-mata Di Kampus, Trump Titahkan Pembatalan Visa Mahasiswa Pascasarjana Dari China
Dunia

Khawatir Ada Mata-mata Di Ka..

29 Mei 2020 14:43