Kelompok HAM: Eks Presiden Gambia Diduga Kerap Melakukan Pemerkosaan

Yahya Jammeh/Net

Mantan Presiden Gambia, Yahya Jammeh diduga kerap melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap sejumlah wanita selama menjabat sebagai orang nomor satu Gambia.

Dugaan itu tengah disoroti dan didalami oleh kelompok HAM, Human Rights Watch (HRW) dan LSM Swiss TRIAL International.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (26/6), HRW dan TRIAL International mengatakan, setidaknya ada tiga wanita menuduh Jammeh pernah melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual saat dia menjabat antara tahun 1996 dan 2017.

"Yahya Jammeh memperlakukan wanita Gambia seperti milik pribadinya," kata penasihat hukum HRW, Reed Brody.

"Perkosaan dan kekerasan seksual adalah kejahatan dan Jammeh tidak berada di atas hukum, dan tidak ada wanita di bawahnya," tambahnya, seperti dimuat Al Jazeera.

Pemerintahan Jammeh terkenal karena kebrutalan dan korupsinya. Namun baru kali ini pelecehan seksual terhadap perempuan didokumentasikan secara luas dan publik. Kelompok

Penyelidikan kelompok HAM tersebut didasarkan pada bukti dari empat wanita, delapan mantan pejabat Gambia, dan beberapa saksi lainnya.

Menurut salah satu sumber, Jammeh memiliki semacam "gadis protokol" yang harus siap melayaninya secara seksual. Dia kerap memilih wanita muda untuk memuaskan fantasi seksualnya tersebut.

Jammeh diduga kerap memberikan uang atau hadiah pada wanita-wanita tersebut, memberikan dukungan bagi keluarga mereka yang miskin, atau menawarkan beasiswa untuk belajar di luar negeri.

Namun wanita-wanita tersebut dituntut untuk tinggal di sebelah kediamannya dan dilarang pergi tanpa izinnya. Mereka harus melayani Jammeh setiap kali dipanggil.

Menurut penyelidikan kelompok HAM tersebut, jika mereka menolak tuntutan seksualbya, maka Jammeh akan mengancam atau memukul mereka.

"Gadis protokol" itu diawasi oleh sepupu perempuan Jammeh, yakni Jimbee Jammeh, yang juga menyediakan perempuan lain untuknya.

Salah satu korban adalah Toufah Jallow, yang saat itu adalah seorang siswa berusia 18 tahun. Dia merupakan pemenang kontes kecantikan yang disponsori negara tahun 2014.

Jallow mengaku bahwa dia ditawari uang dan diminta untuk mendampingi Jammeh. Dia didekati selama lebih dari enam bulan, namun dia menolaknya.

Namun kemudian, menurut kesaksiannya, setelah ajudan membawanya untuk menghadiri resital Al-Quran pra-Ramadhan di Gedung Negara, Yahya menguncinya di sebuah ruangan, memukul dan mengancamnya, menyuntiknya dengan cairan dan memperkosanya, menurut kesaksiannya.

Dia melarikan diri ke Senegal beberapa hari kemudian.
Tag:

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Diduga Terkait Dengan Tentara Pembebasan Rakyat, Dua Perusahaan Raksasa China Masuk Daftar Hitam AS
Dunia

Diduga Terkait Dengan Tentar..

30 November 2020 13:00
Kembali Ke Pangkuan Azerbaijan, Butuh Milyaran Dolar Untuk Membangun Agdam 'Hiroshima di Kaukasus'
Dunia

Kembali Ke Pangkuan Azerbaij..

30 November 2020 12:54
China Akan Bangun Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Sungai Yarlung Tsangpo Tibet
Dunia

China Akan Bangun Megaproyek..

30 November 2020 12:44
Kemenhan Rusia: Rumah Sakit Lapangan Telah Tersedia Di Nagorno-Karabakh
Dunia

Kemenhan Rusia: Rumah Sakit ..

30 November 2020 12:32
Dihantam Pajak Impor Baru Oleh China, Dunia Menanti Reaksi Australia
Dunia

Dihantam Pajak Impor Baru Ol..

30 November 2020 11:56
Presiden Brasil: Sumber Yang Saya Miliki Tunjukkan Adanya Banyak Kecurangan Dalam Pilpres AS
Dunia

Presiden Brasil: Sumber Yang..

30 November 2020 11:42
Kedapatan Langgar Embargo Senjata Libya, Turki Harus Hadapi Sanksi Baru Dari Uni Eropa
Dunia

Kedapatan Langgar Embargo Se..

30 November 2020 11:20
Kasus Masih Tinggi, New York Bersiap Buka Kembali Sekolah Tatap Muka Pekan Depan
Dunia

Kasus Masih Tinggi, New York..

30 November 2020 11:10