Visa Kloter Pertama PMI Direkrut Pabrik Taiwan Diterbitkan

Kamis, 11 Juli 2019, 16:39 WIB | Laporan: Widya Victoria

Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Tenaga Kerja Luar Negeri BNP2TKI, Seriulina Tarigan; Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan BNP2TKI, Ahnas; PMI kloter pertama proses Direct Hiring, Anggie Monicha; Wakil TETO, Peter Lan; PMI kloter pertama proses Direct Hiring, Muhammad Ghani Khusaeni Pratama; Kasubdit Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemnaker, Yusuf Setiawan; dan Kepala BP3TKI, Mucharom. TETO

Republic of China memperbolehkan pabrik manufaktur Taiwan merekrut pekerja migran Indonesia melalui proses Direct Hiring.

Berkaitan dengan program tersebut, Taipei Economic and Trade Office pada hari ini (Kamis, 11/7) telah menerbitkan visa kloter pertama pekerja migran Indonesia yang direkrut pabrik manufaktur Taiwan.

Program Direct Hiring akan menawarkan cara yang lebih nyaman dan ekonomis kepada pekerja migran Indonesia bidang manufaktur untuk pergi bekerja di Taiwan.

Program ini telah melewati pembahasan dan kerjasama antara pemerintah Taiwan dengan Indonesia.

Di sisi Taiwan ada Direct Hiring Service Center (DHSC) dibawah naungan Depnaker Taiwan dan Indonesia Economic and Trade Office (IETO) yang menjalankan bersama proses dalam Taiwan (proses pemilihan), termasuk mengeluarkan Surat Perekrutan, mengunjungi pabrik yang membutuhkan, menyediakan informasi perekrutan dan legalisir dokumen beserta hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memasuki Taiwan.
 
Di sisi Indonesia ada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang membantu pemilihan pekerja, pembuatan database pekerja, pembuatan dokumen yang diperlukan dan Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang membantu penerbitan visa dan hal-hal lain yang diperlukan untuk berangkat ke Taiwan.

Setiap perekrutan diperkirakan akan selesai dalam waktu dua bulan.

Keberhasilan program Direct Hiring merupakan tonggak bersejarah bagi kerjasama di bidang ketenagakerjaan antara Taiwan dan Indonesia. Cara ini tidak hanya memberikan beragam cara untuk majikan di Taiwan dalam merekrut pekerja migran Indonesia, namun juga mengurangi beban biaya pekerja migran yang akan bekerja ke Taiwan.

Dengan begitu akan sesuai dengan harapan Taiwan yang mengutamakan Hak Asasi Manusia dan kesejahteraan sosial.

Di saat pekerja migran Indonesia memasuki Taiwan juga dapat menikmati hak dan kewajiban yang seharusnya ada, termasuk di antaranya asuransi kesehatan, keadaan darurat dan subsidi penampungan, pekerja migran yang memenuhi syarat dapat mengajukan pergantian majikan dan hal lainnya.

Hingga saat ini jumlah pekerja migran di Taiwan kurang lebih ada 710 ribu orang. Di antaranya pekerja migran Indonesia merupakan jumlah terbanyak dengan total hampir mencapai 270 ribu orang.

Sebagian besar majikan di Taiwan dan pekerja migran Indonesia dapat berinteraksi dengan baik, mempunyai hubungan yang harmonis seperti keluarga.

"Kami percaya dengan mendorong program Direct Hiring ini dapat menciptakan keadaan saling menguntungkan antara majikan dan pekerja, serta membantu meningkatkan hubungan kerjasama bidang ketenagakerjaan antara Taiwan dan Indonesia," demikian rilis tertulis Kedutaan Taipei yang diterima redaksi.
 
Editor:

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019