Saling Kirim Anggota Militer, Sinyal Pertahanan Indonesia-Jepang Kian Erat

Jumat, 12 Juli 2019, 11:53 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Kolonel Takahiro Yamashita/RMOL

Kerja sama Indonesia dan Jepang dalam bidang pertahanan tampaknya kian erat. Hal ini ditandai dengan kembali dimulainya saling kirim anggota militer terpilih untuk belajar.

Saat ini Jepang memiliki lembaga pendidikan untuk melatih para taruna Indonesia bernama National Defense Academy of Japan (NDA). Lembaga ini menjadi tempat mendidik para militer, baik dari Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD), maupun Angkatan Udara (AU).

Eratnya hubungan dalam bidang pertahanan antara dua negara terlihat pada perayaan Japan Self Defence Forces Day ke-65 di Hotel Kempinski Jakarta Pusat, Kamis (11/7). Tampak Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Kolonel Takahiro Yamashita asyik bercengkrama dengan para tamu undangan yang dominan berasal dari wakil pertahanan Indonesia.

Kolonel Takahiro mengatakan, tahun ini Jepang menerima lima orang militer asal Indonesia. Masing-masing tiga orang kadet dan dua orang mayor. Pengiriman lima orang militer itu baru kembali dilakukan setelah Indonesia sempat memberhentikan pengiriman militernya pada 2016 lalu.

"Saya mengirim banyak kadet ke National Defense Academy. Ini sekolah pendidikan untuk kadet. Tapi setelah 2016 sempat dihentikan. Mungkin ada kebijakan dari Indonesia, kami kurang tahu," ungkap Kolonel Takahiro.

"Tapi tahun ini mereka baru mulai kirim lagi. Tahun ini kami menerima kadet dari AD, AU, dan AL," lanjutnya.

Menurut Takahiro, dua mayor tersebut berasal dari AU dan AL. Mereka akan diajarkan di Sekolah Staf dan Komando Japan Self-Defense Forces (JSDF) untuk waktu tertentu.

"Kalau tiga kadet lima tahun, setahun belajar Bahasa Jepang. Kalau dua mayor satu tahun," tuturnya.

Tidak hanya Indonesia yang mengirim beberapa anggota militernya, Jepang juga mengirimkan anggotanya ke Indonesia untuk belajar. "Terus sebaliknya sekarang setiap tiga tahun kami mengirim satu mayor ke Sesko AL," tambahnya.

Hingga 2016 lalu, NDA telah meluluskan 30 hingga 40 anggota militer Indonesia. Diharapkan mulai tahun ini pengiriman anggota TNI ini mampu terus berlanjut.

"Mudah-mudahan setiap tahun karena pada 2016, 2017, dan 2018 dihentikan. Tahun 2019 ini baru mulai dan mudah-mudahanan 2020, juga di masa depan, dilanjutkan," harapnya.

Kolonel Takahiro yang mengenakan seragam upacara bewarna hitam berhiasi lencananya yang tampak gagah dan tegak ini memiliki harapan khusu dalam program pertukaran militer ini.

"Harapannya mereka bisa menguasai Bahasa Jepang nanti bisa menjadi calon atasan di pabrik Indonesia di Tokyo, itu menukar informasinya lebih lancar,. Lebih mudah antara negara kita. Seperti saya, saya pun belajar di sini," tandasnya.
Editor: Agus Dwi

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019