Maduro Tuduh Mantan Presiden Kolombia Siapkan Rencana Untuk Membunuhnya

Kamis, 15 Agustus 2019, 09:36 WIB
Laporan: Amelia Fitriani

Presiden Venezuela Nicolas Maduro/Net

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut bahwa mantan Presiden Kolombia Alvaro Uribe berencana untuk membunuhnya. Dia dituduh bekerjasama dengan dutabesar Kolombia untuk Amerika Serikat Francisco Santos, dan pemimpin opisis Venezuela yang diasingkan Lester Toledo.

Dalam pernyataan yang disampaikan di soaran televisi negara pada Rabu malam (14/8), Maduro memberikan laporan rinci tentang bagaimana ketiganya merencanakan serangan dari bunker di sebuah rumah milik Uribe.

"Ini adalah rencana 32 tentara bayaran untuk memasuki (Venezuela) untuk mencoba membunuh saya dan para pemimpin revolusi," kata Maduro.

"Tapi kita di sini, dilindungi oleh Tuhan," tambahnya.

Uribe sendiri merupakan pemimpin sayap kanan yang telah menjadi pengkritik keras Maduro dan pendahulunya, almarhum mantan Presiden Hugo Chavez.

Ini bukan kali pertama Maduro menuduh politisi dari Kolombia bersekongkol melawannya. Hubungan kedua negata diketahui memburuk di tengah krisis ekonomi di Venezuela yang telah mendorong lebih dari satu juta migran untuk pindah di Kolombia.

Menteri Luar Negeri Kolombia Carlos Holmes membantah tuduhan itu. Dalam sebuah cuitan di Twitter, dia mengatakan pemerintah menolak tuduhan dan fitnah dari Maduro Maduro.

Kolom Komentar


Video

Anggaran Pertahanan Indonesia Paling Kecil di Asia Tenggara, Ini Kata Prabowo

Rabu, 04 Desember 2019
Video

Namanya Disebut Dalam Sengketa BUMN, Luhut: Saya Tumbuk Mulutnya!

Rabu, 04 Desember 2019
Video

Detik-detik Petugas BPBD Demak Evakuasi Sarang Tawon Vespa

Rabu, 04 Desember 2019