CIA Tidak Mata-matai Uni Emirat Arab?

Selasa, 27 Agustus 2019, 16:16 WIB
Laporan: Amelia Fitriani

Uni Emirat Arab/Net

Negara manakah yang bebas dari mata-mata Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat? Jawabannya mungkin adalah Uni Emirat Arab (UEA).

Setidaknya begitu hasil penyelidikan kantor berita Reuters yang diungkapkan awal pekan ini.

Laporan yang diterbitkan pada hari Senin (26/7) itu menyebutkan bahwa CIA tidak mengumpulkan "kecerdasan manusia", atau informasi yang paling berharga dan sulit diperoleh, dari informan UEA mengenai pemerintahan otokratisnya.

Dimuat Al Jazeera (Selasa, 27/8), mata-mata CIA kerap mengumpulkan intelijen manusia di hampir setiap negara lain di mana Amerika Serikat memiliki kepentingan yang signifikan.

Pernyataan itu diperoleh dari tiga mantan pejabat CIA yang akrab dengan masalah tersebut.
Salah seorang di antara mereka mengatakan, CIA gagal untuk beradaptasi dengan ambisi militer dan politik UEA yang terus berkembang merupakan dan hal itu merupakan kelalaian tugas yang dilakukan.

Meski begitu, komunitas intelijen Amerika Serikat tidak sepenuhnya mengabaikan UEA. Pasalnya, menurut dua sumber yang dekat dengan masalah itu, kepada Reuters, Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat melakukan pengawasan elektronik dari UEA. Pengawasan yang dilakukan berupa pengumpulan intelijen yang berisiko lebih rendah.

CIA sendiri bekerja dengan intelijen UEA dalam hal menghadapi musuh bersama, seperti Iran atau al-Qaeda.

Meski begitu, CIA, NSA dan Gedung Putih menolak untuk mengomentari praktik spionase Amerika Serikat di UEA.
Tag:

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Karya | Puisi Hari Ini

Rabu, 15 Januari 2020
Video

Awal Tahun, Tiga Pengedar Narkoba Berhasil Dibekuk

Rabu, 15 Januari 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Budaya | Puisi Hari Ini

Kamis, 16 Januari 2020