Megawati Jadi Pembicara Di Korea Selatan, Juga Diundang Ke Korea Utara

Kamis, 29 Agustus 2019, 07:49 WIB
Laporan: Azairus Adlu

Megawati Soekarnoputri/Net

Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri berharap perdamaian yang saat ini sudah terjalin antara dua negara Korea semakin kuat, baik secara politik, maupun juga dari sisi budaya dan ekonomi.

Megawati datang ke Seoul, Korea Selatan dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy yang digelar 28-29 Agustus.

Megawati sempat mengungkapkan, selain Korea Selatan, ternyata Korea Utara juga mengundang dirinya untuk hadir ke negara mereka. Hal itupun disambut baik oleh Megawati.

"Sebetulnya saya juga ada undangan ke Korut, tapi saya sedang menunggu, mencari waktu yang baik," kata Megawati di Seoul, Rabu (28/8).

Menurut Megawati, ia menyempatkan diri hadir dalam forum DMZ agar kedua negara itu dapat berdamai untuk kebutuhan perdamaian dunia.

Dia juga mengingatkan permintaan Presiden Korea Selatan sebelumnya yakni Kim Dae-jung, yang juga penerima Nobel perdamaian, agar selalu mendorong proses penyatuan Korea. Bahkan ia menawarkan Pancasila sebagai landasan antara Korea Selatan dan Korea Utara untuk menjalin perdamaian.

"Jadi saya paling tidak sedang mengikuti keinginan-keinginan dari kedua belah pihak. Dan saya menawarkan Pancasila untuk bisa dipergunakan sebagai landasan mempercepat proses yang sudah terjadi," ungkap Megawati.

Megawati di Korsel didampingi menantu Nancy Prananda, cucunya Diah Lupita Jasmina Srita dan Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri.

Di forum itu, Megawati akan menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia.

Setelah sambutan Perdana Menteri Korsel Lee Nak-yon, Megawati akan menjadi pembicara pertama yang menyampaikan pandangannya di forum itu, kamis pagi waktu setempat.
EDITOR: AZAIRUS ADLU

Kolom Komentar


Video

PA 212 Ancam Gelar Revolusi Jika Pemerintah Jadi Dalang Korupsi

Sabtu, 22 Februari 2020
Video

Gedung DPR Kebakaran

Senin, 24 Februari 2020