Tarik Kata-kata Perang, AS Ingin Resolusi Damai Pasca Serangan Fasilitas Minyak Arab Saudi

Jumat, 20 September 2019, 07:56 WIB
Laporan: Amelia Fitriani

Mike Pompeo/Net

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo tampak menarik kata-katanya sendiri dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat lebih memilih resolusi damai daripada krisis pasca serangan baru-baru ini terhadap perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi, Aramco.

"Kami menginginkan resolusi damai," kata Pompeo pada hari Kamis (19/9) saat berada di di Abu Dhabi untuk menggelar pembicaraan dengan para pemimpin negara itu.

"Saya berharap Republik Islam Iran melihatnya dengan cara yang sama," sambungnya seperti dimuat Press TV.

Pernyataan Pompeo kemarin bertentangan dengan pernyataannya awal pekan ini yang menuduh bawa Iran berada di balik serangan tersebut.

Serangan itu sendiri diklaim dilakukan oleh kelompok militan Houthi Yaman. Sedangkan Iran membantah berada di balik serangan tersebut.

Pompeo pada saat itu menyebut bahwa serangan itu adalah tindakan perang.

Membalas retorika tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif memeperingatkan bahwa jika Iran diserang secara militer, maka akan ada perang habis-habisan yang terjadi.

"Kami tidak akan berkedip untuk mempertahankan wilayah kami," kata Zarif.

Kolom Komentar


Video

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Senin, 14 Oktober 2019
Video

Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk

Selasa, 15 Oktober 2019
Video

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

Selasa, 15 Oktober 2019