AS Dan China Perang Dagang, Taiwan Kebanjiran Rejeki

Rabu, 09 Oktober 2019, 10:26 WIB
Laporan: Sarah Meiliana Gunawan

Taiwan dan China/Net

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China mendorong banyak perusahaan Taiwan memindahkan lini produksi dari China kembali ke Taiwan.

Demikian yang diungkapkan Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO), John Chen dalam sambutan perayaan Hari Nasional Ke-108 Republik China di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa malam (8/10).

"Dari Januari hingga bulan lalu, 146 proyek relokasi disetujui untuk diinvestasikan di Taiwan dengan total 20 miliar dolar AS atau Rp 283 triliun (kurs: Rp 14.177/dolar AS) dengan menyediakan lebih dari 53.000 peluang kerja," ujar Chen.

Sejak Januari lalu, pemerintah Taiwan memang telah meluncurkan program yang telah diperluas untuk mengembalikan investasi dari Bisnis Taiwan di luar negeri.

Perang dagang AS dan China dimulai sejak Presiden AS Donald Trum mengumumkan akan mengenakan bea masuk atau tarif impor untuk produk-produk China senilai 50 miliar dolar AS atau Rp 708  triliun pada 22 Maret 2018. Akibatnya, China membalas hal yang sama dengan mengenakan bea masuk produk-produk AS.

Aksi perang tarif ini berlanjut hingga saat ini di mana AS akan mengenakan bea tambahan pada produk China per 15 Oktober mendatang.

Dampak dari perang dagang dua kekuatan ekonomi dunia ini tidak hanya memengaruhi ekonomi kedua negara namun juga ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi menurun dan risiko resesi masal semakin besar. Pada akhirnya, perusahaan-perusahaan mencari jalan aman untuk melakukan investasi.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Senin, 14 Oktober 2019
Video

Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk

Selasa, 15 Oktober 2019
Video

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

Selasa, 15 Oktober 2019