Presiden Ekuador Menolak Mundur, Gelombang Protes Semakin Anarki

Protes di Ekuador/Net

Gelombang unjuk rasa anti-pemerintah belum juga reda di ibukota Ekuador, Quito pekan ini.

Ribuan pengunjuk rasa yang terdiri dari masyarakat adat, serikat pekerja, mahasiswa dan masyarakat setempat kembali terlibat perselisihan dengan polisi anti huru hara di tengah aksi unjuk rasa.

Mereka masih menyuarakan pencabutan langkah-langkah penghematan yang dilakukan pemerintah dengan salah satunya mencabut subsidi bahan bakar minyak.

Langkah tersebut telah memicu kerusuhan politik terburuk dalam satu dekade di Ekuador. Karena buruknya situasi di ibukota, Presiden Ekuador Lenin Moreno awal pekan ini memutuskan untuk memindahkan pemerintahannya ke kota pelabuhan Guayaquil.

Pencabutan subsidi bahan bakar yang dilakukan oleh pemerintahan Moreno menyebabkan harga bensin melonjak sepertiga dan biaya diesel menjadi lebih mahal dua kali lipat.

Langkah pemerintah Moreno dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan pinjaman 4.2 miliar dolar AS dengan Dana Moneter Internasional yang dicapai tahun lalu yang bergantung pada reformasi pengetatan sabuk.

Para pengunjuk rasa mendesak Moreno untuk mundur.

"Apa yang telah dilakukan pemerintah adalah memberi imbalan kepada bank-bank besar, kapitalis, dan menghukum warga miskin Ekuador," kata Mesias Tatamuez, kepala serikat pekerja Front Persatuan Buruh yang ikut menggelar aksi di luar gedung parlemen Quito.

Protes masyarakat adat di masa lalu berperan dalam menggulingkan pemerintah. Sebagai contoh, presiden terguling Abdala Bucaram pada 1997, Jamil Mahuad pada 2000 dan Lucio GutiƩrrez pada 2005. Semuanya digulingkan dari kursi kekuasaan setelah terlebih dahulu diprotes oleh masyarakat adat.

Jaime Vargas, pemimpin konfederasi pribumi Ekuador Conaie, mengatakan tidak akan ada dialog sampai pemerintah membatalkan perintahnya untuk mengakhiri subsidi.

"Jika dicabut orang-orang akan memutuskan apakah kita akan berbicara atau tidak, tetapi kita marah karena kita memiliki beberapa yang terluka, beberapa ditahan dan beberapa mati, dan ini tidak akan bertahan," tegasnya seperti dimuat The Guardian.
Tag:

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Surat Kabar NYT Menandai Tonggak Sejarah Pandemik Covid-19 Dengan Menulis Daftar Korban Pada Halaman Depan
Dunia

Surat Kabar NYT Menandai Ton..

25 Mei 2020 06:39
Pandemik Covid-19, Xinjiang  UighurTerlihat Senyap Saat Hari Raya Idul Fitri
Dunia

Pandemik Covid-19, Xinjiang ..

25 Mei 2020 06:14
Perwira Polisi Muslim Ini Gugat Departemennya Karena Islamofobia
Dunia

Perwira Polisi Muslim Ini Gu..

24 Mei 2020 17:33
Usut Sumber Covid-19, China Buka Pintu Untuk Penyelidikan Internasional
Dunia

Usut Sumber Covid-19, China ..

24 Mei 2020 17:02
Kirim Ucapan Idul Fitri Ke Negara Tetangga, PM Lee Hsien Loong Berharap Bisa Bekerja Sama Tangani Covid-19
Dunia

Kirim Ucapan Idul Fitri Ke N..

24 Mei 2020 17:01
Gencatan Senjata Selama Idul Fitri, Presiden Afghanistan Janji Percepat Pembebasan Tahanan Taliban
Dunia

Gencatan Senjata Selama Idul..

24 Mei 2020 16:04
Harapan Baru, Wanita 107 Tahun Berhasil Sembuh Dari Covid-19
Dunia

Harapan Baru, Wanita 107 Tah..

24 Mei 2020 15:35
Ajak Kerja Sama, Menlu Wang Yi: AS Harus Berhenti Membuang Waktu
Dunia

Ajak Kerja Sama, Menlu Wang ..

24 Mei 2020 15:13