Setelah Perang Tarif, China Dan AS Saling Batasi Visa

Kamis, 10 Oktober 2019, 19:17 WIB
Laporan: Sarah Meiliana Gunawan

China dan Amerika Serikat/Net

Setelah perang tarif, kini Amerika Serikat dan China tampaknya akan berseteru soal visa. Pasalnya, penangguan visa yang dilakukan AS terhadap pejabat China yang terlibat penindasan muslim Uighur dibalas oleh negeri tirai bambu.

"Ini bukan sesuatu yang ingin kami lakukan tetapi tampaknya kami tidak punya pilihan lain," ujar seorang sumber yang tidak ingin diungkapkan namanya seperti yang dimuat India Today, Kamis (10/10).  

Sumber tersebut mengungkapkan, pembatasan visa akan dilakukan kepada setiap pihsk ysng masuk ke daftar hitam visa China, seperti daftar militer AS, CIA, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.   

Hal yang sama diungkapkan oleh Kementerian Keamanan Publik China yang telah mengerjakan aturan pembatasan kepada siapa pun yang dipekerjakan atau disponsori oleh badan intelijen AS dan kelompok hak asasi manusia untuk melakukan perjalanan ke China.

Aturan tersebut telah dikerjakan selama berbulan-bulan lalu, terutama setelah adanya pembatasan visa yang lebih ketat bagi sarjana China ke AS pada Mei lalu.

"Rencana itu telah dibahas secara luas oleh para perwira senior polisi selama beberapa bulan terakhir, tetapi kemungkinan besar akan dilaksanakan setelah protes Hong Kong dan larangan visa AS terhadap pejabat China," tambah sumber itu.
EDITOR: DIKI TRIANTO
Tag:

Kolom Komentar


Video

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Senin, 14 Oktober 2019
Video

Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk

Selasa, 15 Oktober 2019
Video

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

Selasa, 15 Oktober 2019