Dubes Wahid Berharap Kerja Sama PRPP-TRSA Dukung Kemandirian Indonesia

Jumat, 01 November 2019, 02:56 WIB
Laporan: Widian Vebriyanto

Penandatanganan kerja sama PRPP-TRSA/Net

Perjanjian kontrak kerja sama antara PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) diteken di Moskow, Rusia pada Senin (28/10).

Penandantanganan ini dilakukan langsung oleh Project Coordinator NGRR (New Grass Root Refinery and Petrochemical) Tuban dari Pertamina, Kadek Ambara Jaya; Finance Director PT. PRPP dari Rosneft, Pavel Vagero; dan Direktur Jenderal TRSA Miguel Paradinas.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Menko Perekonomian RI, Montty Giriana dan Kuasa Usaha Ad Interim/Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Azis Nurwahyudi menyaksikan langsung penandatangan tersebut.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari proyek pembangunan dan pengoperasian kilang minyak baru yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia (NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

PRPP merupakan usaha patungan (joint venture) antara Pertamina dan Rosneft dengan kepemilikan saham Pertamina 55 persen dan Rosneft 45 persen.

Kontrak PRPP-TRSA menitikberatkan pada pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan Front-End Engineering Design (FEED) terkait proyek tersebut.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengapresiasi penandatanganan kontrak perjanjian tersebut.

Menurutnya, proyek ini adalah realiasi dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sochi, Rusia pada Mei 2016 lalu.

“Alhamdulillah setelah semua permasalahan dapat diselesaikan kedua pihak,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Juma (1/11)

Menurut Dubes Wahid, kerja sama ini sebagai bukti kedekatan hubungan Indonesia dengan Rusia yang pada tahun 2020 kedua negara akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik.

Dubes Wahid berharap proyek ini dapat mendukung kemandirian Indonesia di bidang energi.

“Kita berharap proyek ini dapat selesai sebagaimana direncanakan tahun 2025 dan proyek ini menjadi semakin penting sebagai salah satu proyek strategis dan prioritas nasional pemerintah Indonesia,” tambah Dubes Wahid.

Proyek NGRR Tuban diprediksi akan memproduksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V. Tujuannya, untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Kilang minyak di Tuban ini diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi sebesar 300.000 barrel per hari.

Kolom Komentar


Video

PA 212 Ancam Gelar Revolusi Jika Pemerintah Jadi Dalang Korupsi

Sabtu, 22 Februari 2020
Video

Gedung DPR Kebakaran

Senin, 24 Februari 2020