China Dan AS Batalkan Kenaikan Tarif Selama Perang Dagang

Kamis, 07 November 2019, 22:02 WIB
Laporan: Sarah Meiliana Gunawan

Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping/Net

China dan Amerika Serikat sepakat untuk membatalkan pemberlakuan kenaikan tarif secara bertahap yang diumumkan selama perang dagang.

Demikian yang diungkapkan Kementerian Perdagangan China pada Kamis (7/11) tanpa memberikan rincian mekanisme dan waktu pembatalan tarif tersebut.

Dikutip dari Reuters, pembatalan tarif tersebut merupakan janji AS dalam kesepakatan dagang fase satu AS-China. Di antaranya dengan membatalkan kenaikan tarif atas impor China senilai 156 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 2.183 triliun (Rp 13.994/dolar AS) yang bakal dilakukan 15 Desember mendatang.

Dalam konferensi pers, Jurubicara Kementerian Perdagangan, Gao Feng mengungkapkan, pembatalan tarif adalah syarat penting dalam perjanjian yang dilakukan keduanya.

"Perang dagang dimulai dengan tarif dan harus diakhir dengan pembatalan tarif," ungkapnya.

Gao menambahkan, proporsi tarif yang dibatalkan untuk kedua belah pihak dalam mencapai kesepakatan fase satu harus sama. Ia mengatakan, pembatalan lebih lanjut akan dilakukan secara bertahap dalam tiap fase kesepakatan.

Dalam laporan Reuters sebelumnya, para negosiator China meminta AS menurunkan tarif sebesar 15 persen atas barang-barang China senilai 125 miliar atau setara dengan Rp 1.749 triliun yang mulai berlaku pada 1 September lalu.

Kesepakatan fase satu sendiri direncanakan akan ditandatangani Donald Trump dan China Xi Jinping pada Desember mendatang. Namun, lokasi pertemuan masih dalam tahap pertimbangan.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sebelum Angkat Ahok, Baiknya Erick Thohir Konsultasi Kasus Sumber Waras Ke KPK

Rabu, 13 November 2019
Video

Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya

Rabu, 13 November 2019
Video

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Jumat, 15 November 2019