Amerika Serikat Prihatin Kamboja Tangkapi Aktivis Oposisi

Jumat, 08 November 2019, 20:50 WIB
Laporan: Sarah Meiliana Gunawan

Pemimpin oposisi Kamboja, Sam Rainsy/Net

Amerika Serikat menyatakan keprihatinan atas tindakan keras yang dilakukan oleh pemerintah Kamboja yang menangkapi aktivis dan para pemimpin oposisi yang baru-baru ini terjadi.

"Sangat prihatin dengan serangkaian penangkapan, pelecehan, dan intimidasi yang dilakukan (terhadap) anggota oposisi politik Kamboja baru-baru ini dan upaya untuk menggagalkan kembalinya warga Kamboja ke Kamboja  yang mencari partisipasi damai dalam proses politik," ujar Jurubicara Kedutaan Besar AS di Kamboja, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (8/11).

Menurut jubir yang tidak disebutkan namanya itu, tindakan-tindakan pemerintah Kamboja telah mewakili peningkatan penindasan terhadap oposisi politik.

Selain AS, sebelumnya Amnesty International telah mengecam kerja sama Malaysia dan Thailand untuk menangkap aktivis oposisi Kamboja. Malaysia bahkan menahan wakil presiden partai oposisi, Mu Sochua di bandara bersama dengan dua oposisi lainnya.

Setidaknya, 48 aktivis oposisi Kamboja telah ditangkap sejak pemimpin oposisi Sam Rainsy mengumumkan rencana untuk kembali pada Sabtu (9/11), tepat ketika Hari Kemerdekaan Kamboja, untuk menggalang dukungan melawan Perdana Menteri Hun Sen.

Selain Sam Rainsy, sebelumnya, pemerintah Kamboja juga pernah melakukan hal yang sama terhadap pemimpin oposisi Partai Penyelamatan Nasional Kamboja, Kem Sokha.

Dia menjadi tahanan rumah setelah didakwa dengan tuduhan makar pada 2017, tuduhan yang juga sepertinya akan disematkan pada Sam Rainsy.

Kolom Komentar


Video

Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya

Rabu, 13 November 2019
Video

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Jumat, 15 November 2019
Video

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Minggu, 17 November 2019