Ada Peran Amerika Serikat Di Balik Pengunduran Diri Presiden Bolivia Evo Morales?

Senin, 11 November 2019, 07:39 WIB
Laporan: Amelia Fitriani

Evo Morales/Net

Amerika Serikat dinilai memiliki peran dalam pengunduran diri Presiden Bolivia Evo Morales pada hari Minggu waktu setempat (10/11).

Begitu tudingan yang dilontarkan oleh pengacara hak asasi manusia dan buruh, Dan Kovalik.

"Saya pikir ini adalah hal buruk yang terjadi dan saya melihat tangan Amerika Serikat di belakangnya," kata Kovalik pada Minggu (10/11) kepada Russia Today.

Dia menambahkan bahwa telah ada bukti yang dikeluarkan dari percakapan antara Gedung Putih dan para pemimpin oposisi Bolivia yang menunjukkan bahwa protes anti-Morales mungkin merupakan sebuah kampanye terkoordinasi.

"Dan kita tahu bahwa Endowment Nasional untuk Demokrasi (NED) telah menghabiskan jutaan dolar di Bolivia selama bertahun-tahun mencoba merusak Evo Morales," tambahnya.

Untuk diketahui, NED adalah organisasi kekuatan lunak nirlaba Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1983 dengan tujuan untuk mempromosikan demokrasi di luar negeri.

Orgaisasi ini didanai terutama oleh alokasi tahunan dari Kongres Amerika Serikat dalam bentuk hibah yang diberikan melalui Badan Informasi Amerika Serikat.

Menurut Kovalik, NED menyalurkan hampir 1 juta dolar AS ke negara Amerika Selatan untuk mempromosikan demokrasi pada tahun 2018 lalu. Namun sebagian besar dana digunakan oleh International Republican Institute (IRI), yang bertugas mempromosikan agenda sayap kanan.

Kolom Komentar


Video

Provinsi Jawa Barat Raya

Jumat, 13 Desember 2019
Video

Ini Janji-Janji Gibran Usai Resmi Sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo 2020

Sabtu, 14 Desember 2019
Video

Panen Koruptor di Jawa Barat

Sabtu, 14 Desember 2019