Maju Tak Gentar, Mantan Jugun Ianfu Korsel Terus Gugat Pemerintah Jepang

Mantan Jugun Ianfu Korsel/Net

Upaya mantan Jugun Ianfu Korea Selatan untuk mendapat keadilan masih belum redup. Meski pihak Pemerintah Jepang tak memberi respons positif, para mantan Jugun Ianfu terus melakukan gugatan.

Proses gugatan ini pun sudah kembali masuk jadwal persidangan di Pengadilan Korea Selatan. Persidangan digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Rabu (13/11).

Persidangan tersebut dihadiri oleh mantan Jugun Ianfu atau budak seks di masa Perang Dunia II di wilayah pendudukan Jepang. Namun, pengadilan tersebut tidak dihadiri oleh pihak Jepang.

Ini merupakan proses lanjutan, setelah upaya yang dilakukan sekitar 20 mantan Jugun Ianfu pada 2016. Saat itu mereka mengajukan gugatan dengan meminta kompensasi masing-masing 171.000 dolar AS atau setara dengan Rp 2,4 miliar (Rp 14.103/dolar AS).

Sayang, proses gugatan ini tertunda karena pemerintah Jepang menolak menerima salinan pengaduan.

Selain meminta kompensasi, para korban juga menuntut permintaan maaf dari pihak Jepang. Seorang mantan Jugun Ianfu, Lee Ok-seon mengatakan pemerintah Jepang harus segera bertobat dan meminta maaf atas noda hitam dalam sejarah tersebut.

"Mereka menculik anak-anak yang tidak bersalah dan menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dan mereka harus bertobat. Mereka harus dengan tulus meminta maaf," ujarnya seperti dimuat Aljazeera, Kamis (14/11).

Meski kini sudah kembali melakukan persidangan, masih belum jelas berapa lama kasus ini akan berakhir. Mengingat pengadilan hanya akan mengandalkan argumen dari penggugat sebelum membuat putusan.

Para wanita Korsel dipaksa bekerja di rumah-rumah bordil militer pada pendudukan Jepang. Ada sekitar 240 wanita Korsel yang tercatat sebagai korban perbudakan seksual militer Jepang. Tetapi kini hanya 20 orang yang masih hidup. 09Riz
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Retorika Erdogan Soal Kebangkitan Hagia Sophia Dan Pembebasan Al-Aqsa Tidak Membantu Palestina
Dunia

Retorika Erdogan Soal Kebang..

16 Juli 2020 18:25
Bulan Depan Indonesia Jadi Presiden DK PBB Lagi, Ini Agenda Yang Akan Dibahas
Dunia

Bulan Depan Indonesia Jadi P..

16 Juli 2020 17:50
Raja Felipe VI Beri Penghormatan Kepada 28 Ribu Lebih Korban Meninggal Karena Covid-19 Dalam Sebuah Upacara
Dunia

Raja Felipe VI Beri Penghorm..

16 Juli 2020 17:14
Puji Kegigihan Menlu Retno Bantu Perjuangan Palestina, Waketum MUI: Iron Lady Dari Indonesia
Dunia

Puji Kegigihan Menlu Retno B..

16 Juli 2020 17:07
Jelang Musim Dingin, Korsel Wajib Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit
Dunia

Jelang Musim Dingin, Korsel ..

16 Juli 2020 16:59
Trump 'Jualan' Di Akun Medsos, Netizen Pun Ramai Teriak Boikot
Dunia

Trump 'Jualan' Di Akun Medso..

16 Juli 2020 16:31
Bertemu Delegasi Hamas, Dubes Kuba: Semua Konspirasi Israel Dan Amerika Di Palestina Ditakdirkan Untuk Gagal
Dunia

Bertemu Delegasi Hamas, Dube..

16 Juli 2020 15:48
NYT: Trump Siapkan Sanksi Baru, Anggota Partai Komunis China Dan Keluarganya Dilarang Masuk AS
Dunia

NYT: Trump Siapkan Sanksi Ba..

16 Juli 2020 15:44