Ternyata Di Pengadilan Hong Kong Yuli Riswati Ngaku Bersalah

Yuli Riswati/Net

Yuli Riswati, tenaga kerja Indonesia (TKI) ini telah dideportasi oleh pihak imigrasi Hong Kong pada Senin (2/12) dengan Cathay Pacific CX 779 pukul 14.15 setempat dengan rute penerbangan ke Surabaya.

Demikian pernyataan yang diungkapkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui surel, Rabu (4/12).

Lebih lanjut, KJRI menyatakan deportasi Yuli berkenaan dengan pelanggaran keimigrasian terkait izin tinggal (overstay).

"Sesuai peraturan yang berlaku di Hong Kong, pelanggaran izin tinggal (overstay) merupakan pidana, di mana pelanggarnya diancam sanksi denda dan penjara maksimal 2 tahun," ujar Konsul Muda Penerangan, Sosial, dan Budaya, Vania Lijaya.

Vania menjelaskan, sejak awal KJRI telah mengikuti kasus ini dan telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi Hong Hong untuk mendampingi dan memastikan agar hak-hak hukum Yuli terjamin.

Pada hari ini, Rabu (4/12), Vania melanjutkan, Yuli yang saat ini sudah berada di Surabaya telah menjalani sidang di pengadilan setempat. KJRI pun turut hadir dalam persidangan tersebut. 

"Dalam sidang, Yuli mengakui kesalahannya. Pengadilan memutus Yuli bersalah dan dijatuhi hukuman denda dan percobaan selama 1 tahun," lanjut Vania.

Meski begitu, Vania mengaku pihaknya tidak dapat berspekulasi mengenai kaitan proses hukum keimigrasian yang dihadapi Yuli dengan tulisannya mengenai demonstrasi di Hong Kong.

"Sesuai dengan putusan pengadilan, yang bersangkutan divonis bersalah dan dijatuhi hukuman karena melakukan pelanggaran keimigrasian," pungkas Vania.

Yuli sebelumnya diduga dideportasi lantaran kritis pada kondisi Hong Kong. Sepak terjang wanita 39 tahun itu selama di Hong Kong memang menjadi sorotan. Pasalnya, Yuli selama ini dikenal aktif di bidang jurnalistik. Dia bahkan mendirikan media online, Migran Pos.

Adapun media berbahasa Indonesia itu penuh dengan konten-konten yang melaporkan kondisi Hong Kong yang dalam beberapa bulan terakhir selalu diwarnai aksi unjuk rasa menentang China. Termasuk kondisi pekerja migran di Hong Kong.

Sejak Juni lalu, atau tepat saat gelombang demontrasi melanda Hong Kong, Yuli memang aktif menulis perihal kondisi terkini di Hong Kong.

Sebagaimana dikutip dari situs media milik Yuli itu juga, Rabu (4/12), disebutkan bahwa deportasi Yuli diduga kuat akibat pemberitaan mengenai situasi Hong Kong.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41