Ormas Islam Sangkal Tuduhan Terima Suap dari China Terkait Uighur

Jumat, 13 Desember 2019, 09:48 WIB
Laporan: Reni Erina

Ilustrasi Uighur/Net

Muhammaddiyah membantah organisasinya bungkam soal Uighur karena mendapat sejumlah bantuan dari China.
 
Sebelumnya, media asing menyoroti China yang merayu sejumlah organisasi Islam Indonesia agar diam soal Uighur.

China disebut berupaya membujuk sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, media Indonesia, hingga akademisi agar tak lagi mengkritik dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

Laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang ditulis Rabu (11/12), menuliskan, China mulai menggelontorkan sejumlah bantuan dan donasi terhadap ormas-ormas Islam tersebut setelah isu Uighur kembali muncul pada 2018 lalu.

Saat itu, isu Uighur mencuat usai sejumlah organisasi HAM internasional merilis laporan yang menuding China menahan satu juta Uighur di kamp penahanan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.
Beijing disebut membiayai puluhan tokoh seperti petinggi NU dan Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan sejumlah wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Xinjiang.

Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Muhti, menegaskan bahwa organisasinya independen dan tidak bisa didikte oleh pihak manapun apalagi asing. 

“Muhammadiyah tidak akan menyampaikan suatu pandangan karena sumbangan. Apalagi selama ini memang tidak ada sumbangan untuk Muhammadiyah,” kata Abdul, dalam keterangannya, Kamis (12/12).

MUI juga membantah laporan WJS. Kepala Hubungan MUI, Muhyiddin Junaiddi  mengatakan tidak semua petinggi agama ikut tur ke Xinjiang mendukung sikap China itu.

Muhyiddin menyebut upaya China mengundang tokoh-tokoh Islam berpengaruh ke Xinjiang didesain untuk mencuci otak dan opini publik.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Darurat Corona, Dr. Tirta: Ini Saatnya Karantina Wilayah Per Provinsi

Sabtu, 28 Maret 2020
Video

Darurat Corona! Pasien Ini Ciptakan Lagu Nge-Rap Setelah Sembuh Dari Covid-19

Minggu, 29 Maret 2020