Polemik Relokasi Pangkalan Militer AS, Gubernur Okinawa Buat Tuntutan Baru

Okinawa/Net

Persoalan relokasi pangkalan militer Amerika Serikat di Prefektur Okinawa, Jepang, belum tuntas. Penolakan yang diberikan oleh warga dan Gubernur Okinawa Denny Tamaki masih terus bergulir.

Stasiun Udara Korps Marinir AS Futenma yang berada di Ginowan, daerah berpenduduk padat di Prefektur Okinawa, akan dipindahkan dengan banyaknya keluhan warga akibat aktivitas yang terlalu tinggi dan berbagai persoalan lainnya. Nantinya, Futenma akan ditutup dan dikembalikan ke pemerintah daerah.

Alih-alih memindahkannya ke luar wilayah Okinawa seperti yang diinginkan warga, pemerintah pusat justru memindahkan pangkalan militer AS tersebut ke wilayah Okinawa lainnya, yaitu Henoko,  wilayah di pantai timur yang belum dikembangkan.  

Keputusan ini kembali memunculkan protes warga yang khawatir pembangunan akan merusak terumbu karang di sana. Selain itu, menurut para ahli, proyek pembangunan di Henoko akan sulit, apalagi jika akan membuat reklamasi untuk landasan pacu. Hal tersebut dikarenakan dasar laut wilayah itu disebut-sebut sangat halus bahkan "selembut mayones".

Kementerian Pertahanan Jepang pada Rabu (25/12) juga mengungkapkan, relokasi pengkalan Futenma ke Henoko bisa memakan biaya hingga 930 miliar yen atau setara dengan Rp 118 triliun (Rp 127/yen) dan menelan waktu hingga 12 tahun. Artinya, pangkalan Futenma di Ginowan hanya akan ditutup pada 2030-an.

Merespons hal ini, Tamaki langsung memberikan tuntutan baru kepada pemerintah pusat untuk menghentikan pembangunan markas Korps Marinir AS di Henoko dan meminta untuk dipindahkan ke daerah yang kurang ramai di pulau Jepang bagian selatan lainnya.

"Untuk mencapai penutupan dan pengembalian stasiun udara Futenma sesegera mungkin, pekerjaan konstruksi seperti ini harus segera dihentikan," ujar Tamaki pada Kamis (26/12) seperti dilansir AP.

Saat ini, pemerintah pusat sendiri tengah berada di posisi dilema jika menyangkut pangkalan Futenma. Dengan situasi kawasan yang tidak stabil, kehadiran pasukan AS sangatlah penting bagi Jepang. Namun, di sisi lain kehadiran pangkalan tersebut menjadi sumber konflik antara warga, pihak militer AS, dan pemerintah pusat Jepang.

Pasalnya, sekitar 50.000 tentara AS ditempatkan di wilayah tersebut. Artinya, lebih dari 70 persen area digunakan oleh militer AS untuk membuat 30 instansi. Jauh lebih kecil dibandingkan wilayah yang digunakan oleh warga Jepang itu sendiri.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32