Waspada Wabah Pneumonia, Bandara Changi Lakukan Pindai Suhu Badan Penumpang

Pemeriksaan temperatur di Bandara Changi/Net

Pemerintah Singapura langsung melakukan antisipasi terhadap wabah pneumonia yang telah berjangkit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Penumpang yang tiba di Bandara Changi dari Wuhan harus melewati pemindaian suhu, agar wabah pneumonia ini tidak menjalar ke Singapura.

Pneumonia diketahui mewabah secara misterius di Kota Wuhan, China. Sudah ada 27 kasus pneumonia yang dilaporkan positif. Sebuah laporan menyebutkan wabah tersebut mirip dengan sindrom pernafasan akut parah (SARS).

"Kementerian Kesehatan (Ministry of Health-MOH) mengetahui adanya sekelompok kasus pneumonia parah di Kota Wuhan. Sebagai tindakan pencegahan, MOH telah memperingatkan semua praktisi medis untuk waspada dan memeriksa para pelancong yang baru kembali dari Wuhan," ujar MOH pada Jumat (3/1)

Channel News Asia
melaporkan, pemindaian suhu akan dimulai pada sore ini. Jika seseorang yang baru melakukan perjalanan dari Wuhan terdeteksi demam, ia akan diisolasi selama 14 hari dan dirujuk ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

Selain menerapkan sistem ini, MOH juga mendesak para pelancong yang melakukan perjalanan ke Wuhan untuk menjaga kesehatan dan mengungkapkan riwayat perjalanan mereka ke dokter.

MOH juga menyarankan masyarakat umum untuk mengambil langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan hewan, dan tidak mengkonsumsi makanan mentah.

Sementara itu, China Daily mengabarkan, mereka yang terjangkit pneumonia mayoritas pekerja di pasar makanan laut. Untuk itu, pekerja medis terlihat menyemprotkan sanitizer di pasar pada Minggu (29/12).

Singapura sendiri sebelumnya pernah mengalami wabah SARS pada 2003 yang berawal dari seorang wanita yang pulang dari melancong ke negara lain. Virus SARS kemudian menyebar ke lebih dari 200 orang yang membuat 22 orang meninggal.

Mengingat sejarah buruk itu, Singapura kini selalu mengambil langkah-langkah preventif yang lebih aktif untuk menahan masuknya penyakit menular ke negara mereka.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Presiden Ghana: Disuntik Vaksin Tidak Akan Mengubah DNA Anda Atau Menyebabkan Kemandulan
Dunia

Presiden Ghana: Disuntik Vak..

02 Maret 2021 18:08
Bantu Bos Nissan Kabur, Dua Warga AS Tiba Di Jepang Untuk Diadili
Dunia

Bantu Bos Nissan Kabur, Dua ..

02 Maret 2021 17:34
Gara-gara Nanas, Perang Kata  Taiwan-China Makin Memanas
Dunia

Gara-gara Nanas, Perang Kata..

02 Maret 2021 17:17
IAEA Temukan Berbagai Bukti Pembangunan Nuklir Korea Utara
Dunia

IAEA Temukan Berbagai Bukti ..

02 Maret 2021 15:23
Dapat Bantuan Vaksin Tambahan Dari China, Presiden Zimbabwe: Terima Kasih, Xi Jinping
Dunia

Dapat Bantuan Vaksin Tambaha..

02 Maret 2021 15:02
Divonis 3 Tahun Penjara Karena Korupsi, Eks Presiden Prancis Siap Ajukan Banding
Dunia

Divonis 3 Tahun Penjara Kare..

02 Maret 2021 14:57
Tanggapi Dominic Raab, China Tegaskan Dakwaan Terhadap 47 Aktivis Hong Kong Sejalan Dengan Hukum
Dunia

Tanggapi Dominic Raab, China..

02 Maret 2021 14:40
Kolombia Jadi Negara Pertama Di Amerika Latin Yang Dapat Vaksin Lewat Skema COVAX
Dunia

Kolombia Jadi Negara Pertama..

02 Maret 2021 14:26