Farah.ID
Farah.ID

Jadi Zona Konflik Iran-AS, Irak Minta Semua Pihak Tahan Diri

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 08 Januari 2020, 18:08 WIB
Jadi Zona Konflik Iran-AS, Irak Minta Semua Pihak Tahan Diri
Serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS ke Irak/Net
Usai Terbunuhnya Jenderal Qassem Soleimani, ketegangan yang terjadi di antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menyeret Irak.

Jumat dini hari (3/1), AS melanggar kedaulatan dengan melakukan serangan udara yang menarget konvoi Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), Letjen Qassem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad.

Sementara Rabu dini hari (8/1) tadi, IRGC telah melancarkan serangan balasan dengan meluncurkan 22 rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak, yaitu al Asad dan Erbil.

Menanggapi konflik yang terjadi di wilayah kedaulatannya, pada hari yang sama dengan serangan balasan, para pemimpin wilayah Kurdistan di Irak yang semi-otonom mengadakan pertemuan darurat.

"Sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini, dan khususnya pagi ini, Wilayah Kurdistan menegaskan kembali bahwa solusi militer sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah," ujar para pemimpin Kurdistan dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

Lebih lanjut, para pemimpin Kurdistan tersebut juga menggaungkan terjadinya de-eskalasi situasi dengan mencari dialog dan solusi diplomatik alih-alih menggunakan kekuatan militer. Mereka juga mendesak Iran dan AS untuk tidak menjadikan Irak sebagai zona konflik.

"Mencari stabilitas dan perdamaian, (kami) mendesak semua pihak untuk menahan diri dari menyeret Wilayah Kurdistan ke dalam konflik," tutup pernyataan tersebut.

ARTIKEL LAINNYA