Trump: AS Tidak Akan Pernah Biarkan Iran Punya Senjata Nuklir

Presiden AS Donald Trump/Net

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan resmi pertamaya usai serangan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap dua pangkalan militer AS di al Asad dan Erbil, Irak, pada Rabu dini hari (8/1).

"Selama saya adalah Presiden Amerika Serikat, Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir," kalimat pertama Trump ketika naik ke atas podium didampingi Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Pertahanan Mark Esper.

Setelah itu, barulah Trump dengan dasi merahnya menyapa media yang berada di Gedung Putih, Washington pada Kamis (9/1) sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

"Rakyat Amerika harus bersyukur dan senang (karena) tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran," ujarnya yang lalu memaparkan bahwa tidak satu pun tentara AS yang menjadi korban dan tidak ada kerusakan yang berarti dalam serangan tersebut.

Trump mengurai tidak adanya korban nyawa baik dari pihak AS maupun Irak karena sistem peringatan dini bekerja dengan baik. Trump kemudian berterima kasih atas seluruh keberanian pasukan AS yang berada di sana.

"Iran tampaknya akan mundur, suatu hal yang baik untuk semua pihak terkait dan sangat baik bagi dunia," lanjutnya seperti yang dikutip dalam video yang diunggah the Washington Post.

Menurut Trump, sudah terlalu lama tepatnya sejak 1979, dunia telah mentolerir perilaku destruktif dan destabilisasi Iran di Timur Tengah dan sekitarnya. Iran bahkan menurutnya telah menjadi sponsor utama terorisme dan upaya pengembangan senjata nuklir mereka telah mengancam dunia.

"Kami tidak akan pernah membiarkan itu terjadi," tegas Trump.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41