Qassem Soleimani, Pahlawan Penumpas ISIS Yang Dijuluki ‘Teroris Top’ Oleh Trump

Foto Qassem Soleimani/Net

Sekitar empat hingga lima tahun lalu, dunia termasuk Barat dan Amerika Serikat tentu saja, mengelu-elukan sang Jenderal Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

Dunia memuji Komandan Pasukan Elite Quds ini karena berhasil memimpin pasukan untuk melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Hal yang sama juga diutarakan oleh aktor Hollywood, Robert de Niro dalam akun Twitter-nya, @RobertDeNiroUS. Sembari mengunggah video berita CNN empat tahun lalu yang memperlihatkan perjuangan melawan ISIS, ia mencuit.

"Hanya 4 tahun lalu, CNN dengan tepat memuji Soleimani karena telah menjadi kekuatan pendorong yang mengalahkan ISIS," ujarnya.

"Hari ini, Neocons (Neokolonialisme) memanggilnya “teroris” dengan nol bukti untuk menjual perang yang membawa bencana lain dan mengharapkan anda untuk mempercayai mereka tanpa pertanyaan," lanjut pemeran Vito Corleone muda dalam film The Godfather Part II ini.

Foto Soleimani bahkan pernah terpampang dalam sampul majalah AS, Newsweek dengan headline “First he fought America, now he's crushing ISIS (pertama dia perangi Amerika, sekarang dia tumpas ISIS)". Majalah tersebut terbit pada November 2014.

Pada saat itu, Iran membantu negara tetangga sekaligus rivalnya, Irak untuk memerangi ISIS. Dalam tulisannya, Newsweek menyatakan Iran telah mengirim 88 jet Sukhoi dan pasukan terbaiknya dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Namun sekarang, bagi AS dan para sekutunya, nama Soleimani telah ditambahkan dengan satu kata, "teroris". Bahkan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump, dia menyebutkan Soleimani sebagai "teroris top dunia".

"Atas arahan saya, militer AS melenyapkan teroris top dunia, Qassem Soleimani. Sebagai Komandan Pasukan Quds, Soleimani secara pribadi bertanggung jawab atas beberapa kekejaman yang bener-benar terburuk," ujar Trump dengan bangga di Gedung Putih pada Kamis pagi (9/1).

Pernyataan Trump sendiri merujuk pada serangan drone yang diperintahkannya pada Jumat lalu (3/1). Pada saat itu, drone AS menghantam konvoi mobil Soleimani dan Wakil Komandan Al Hashd Al Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Keduanya dan para pejabat lainnya dinyatakan tewas.

Jasad Soleimani sendiri hancur. Identitasnya diketahui dari cincin yang kerap ia gunakan.

Atas kematian Soleimani, hampir satu juta warga Iran turun ke jalan untuk ikut mengiringi pemakamannya.

Masih dalam suasana berkabung, tepatnya pada Rabu dini hari (8/1), IRGC melancarkan serangan balasan. 22 rudalnya menghantam dua pangkalan militer AS di al Asad dan Erbil, Irak. 

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41