Persidangan Pemakzulan Bersejarah Trump Dimulai Di Senat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Pengadilan pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dibuka di Senat pada Kamis (16/1). Agenda utama sidang perdana adalah pengambilan sumpah.

Di dalam sebuah ruangan di Senat, Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat John Roberts, yang mengenakan jubah hitam tradisional, mengangkat tangan kanannya saat dia disumpah untuk memimpin persidangan.

Kemudian, dia memberikan sumpah kepada para senator untuk mengadakan pengadilan pemakzulan ketiga dalam sejarah Amerika Serikat dengan adil.

Roberts bertanya kepada para senator, apakah mereka bersumpah untuk memberikan keadilan yang tidak memihak menurut Konstitusi Amerika Serikat, 99 dari mereka menjawab secara serentak, "Ya". Satu orang senator diketahui berhalangan hadir.

Dalam persidangan tersebut, ketua Komite Intelijen Dewan yang akan bertindak sebagai ketua jaksa untuk persidangan, Adam Schiff, membacakan dua pasal pemakzulan yang menuduh Trump telah melakukan kejahatan tinggi.

Diketahui bahwa sidang pemakzulan di Senat ini dilakukan setelah sebelumnya DPR Amerika Serikat pada 18 Desember lalu memutuskan dua pasal pemakzulan terhadap Trump karena dianggap menyalahgunakan kekuasaan serta menghalangi penyelidikan terkait kasus Ukraina.

Setelah lolos di DPR yang didominasi oleh Demokrat, menurut aturan yang berlaku di Amerika Serikat, dua pasal pemakzulan itu memerlukan persetujuan mayoritas dua pertiga Senat untuk kemudian dapat diberlakukan.

Jika lolos di Senat, maka Trump akan dipaksa keluar dari kursi jabatan presiden. Namun diperkirakan bahwa pasal pemakzulan itu tidak akan diloloskan karena Senat didominasi oleh Republik.

Kini, persidangan di Senat telah dimulai dan Hakim Roberts akan memimpin persidangan pemakzulan yang diperkirakan akan berlangsung selama dua minggu.
Menanggapi proses tersebut tersebut, Trump kembali melontarkan cemoohan dengan mengatakan bahwa persidangan pemakzulan itu tidak lebih dari sekedar tipuan.

"Saya pikir itu harus berjalan sangat cepat," kata Trump di Gedung Putih.

"Ini benar-benar partisan," kata Trump seperti dimuat Reuters.

"Saya harus melalui tipuan, tipuan palsu yang dikeluarkan oleh Demokrat sehingga mereka dapat mencoba dan memenangkan pemilihan," tambahnya.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36