Hubungan P2P Indonesia Dan Venezuela Akan Ditingkatkan

Sabtu, 25 Januari 2020, 01:48 WIB
Laporan: Yelas Kaparino

Dutabesar Venezuela Radames Jesus Gomez Azuaje (kiri) dan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) dan Universitas Bung Karno (UBK) Rachmawati Soekarnoputri (kanan) di Kedubes Venezuela di Wisma Mulia, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat pagi (24/1)/RMOL

Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela bertekad meningkatkan kualitas hubungan antara masyarakat Venezuela dengan masyarakat Indonesia.

Peningkatan kualitas people to people (P2P) merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan agar kerjasama kedua negara menjadi lebih signifikan.

Demikian antara lain yang dapat disimpulkan dari pembicaraan antara Dutabesar Venezuela Radames Jesus Gomez Azuaje dengan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) dan Universitas Bung Karno (UBK) Rachmawati Soekarnoputri di Kedubes Venezuela di Wisma Mulia, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat pagi (24/1).

Pembicaraan Dubes Azuaje dan putri Bung Karno itu dilakukan setelah upacara peresmian kantor Kedubes Venezuela yang baru.

Dalam pertemuan, Rachma didampingi Rektor UBK Soenarto Sardiatmadja.

“Kami akan meningkatkan kegiatan people to people. Kami berharap akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dan memahami Venezuela,” ujar Dubes Azuaje.

Dia mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang selama ini diberikan Rachma dan UBK kepada Kedubes Venezuela.

Di UBK, misalnya, ada satu pojok yang didedikasikan untuk mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez.

Hubungan people to people, sambung Dubes Azuaje, adalah pondasi yang dibutuhkan untuk mendongkrak kualitas hubungan kedua negara secara umum.

Kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 10 Oktober 1959. Di tahun 1977 Indonesia membuka Kedubes di Caracas, dan tiga tahun kemudian giliran Venezuela membuka Kedubes di Jakarta.

Adapun Rachma mengatakan, dirinya merasa terpanggil membina hubungan yang lebih substansial dengan Venezuela. Kerjasama UBK dan Venezuela telah dibangun sejak lebih dari sepuluh tahun lalu, dan semakin meningkat di era Dutabesar Venezuela sebelumnya, Gladys Urbaneja Duran. Venezuela kerap menyelenggarakan kegiatan di kampus UBK.

Menurut Rachma yang pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan kini adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, sudah sepatutnya kerjasama Selatan-Selatan ditingkatkan ke level yang lebih signifikan.

“Gagasan yang dikembangkan Bung Karno dan pemimpin-pemimpin dunia pada masa itu adalah untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan saling menghargai. Kita harus melanjutkan pekerjaan besar ini,” ujarnya.

Rachma juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan kerjasama di bidang pendidikan seperti mengirimkan mahasiswa dan dosen ke Venezuela, juga untuk menerima mahasiswa dan dosen dari Venezuela di UBK.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020