Salah Paham, TETO: WHO Terjebak Klaim One China Policy

Rabu, 12 Februari 2020, 16:16 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Bendera Taiwan/Net

Pemerintah Taiwan meminta wilayah negaranya tidak dijadikan satu dengan wilayah China daratan.

Permintaan tegas itu dialamatkan pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memasukkan Taiwan ke dalam 'wilayah epidemi China' dalam kasus virus novel corona.

"Pemahaman yang salah dari WHO, menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah epidemi China," ujar Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta dalam keterangan resminya, Rabu (12/2).

TETO menyebut pemahaman salah dari WHO itu dikarenakan termakan oleh klaim sepihak China yang gencar mengkampanyekan One China Policy atau kebijakan satu China.

"Prinsip satu China ini adalah murni klaim politik ilusi, sama sekali tidak realistis. Presiden China Xi Jinping jika mau ke Taiwan, tetap harus ada izin dari pemerintah Taiwan," jelasnya.

Soal virus novel corona, TETO mengakui ada kasus yang ditemukan di Taiwan. Tetapi, penanganan yang canggih membuat virus itu tidak menajdi wabah di wilayah Taiwan.

"Sampai saat ini, sudah 18 kasus yang dikonfirmasi. Namun karena standar medis Taiwan berkelas dunia, tindakan pencegahan epidemi sangat sukses dan tidak ada kasus yang dikonfirmasi telah meninggal," demikian keterangan TETO.

Kolom Komentar


Video

Update COVID-19: Luhut dan Jokowi Satu Suara Virus Corona Tidak Cocok Cuaca Panas Indonesia

Jumat, 03 April 2020
Video

JODHI YUDOYONO: Ketika Membayangkan | Puisi Hari Ini

Jumat, 03 April 2020
Video

Update COVID-19 | Jumat 3 April, Positif 1.986 orang, dan 181 Meninggal

Jumat, 03 April 2020