Peringati 78 Tahun Kim Jong Il, Dubes DPRK: Beliau Abadikan Diri Untuk Kemakmuran Rakyat

Jumat, 14 Februari 2020, 16:24 WIB
Laporan: Sarah Meiliana Gunawan

Kim Jong Il saat meninjau lahan pertanian rakyat.Net

Pemimpin Abadi Korea Utara, Jenderal Kim Jong Il sudah berusia 78 tahun. Meski Kim telah meninggal dunia pada 17 Desember 2011, namun setiap 16 Februari akan tetap digelar sebuah perayaan untuk memperingati hari lahirnya.

Tepatnya pada Kamis malam (13/2), untuk memperingati hari lahir Kim Jong Il, Kedutaan Besar Republik Rakyat Demokratik Korea atau Democratic People's Republic of Korea (DPRK) menggelar sebuah acara. Dalam kesempatan itu, Dutabesar DPRK untuk Indonesia An Kwang Il, memberikan sebuah pidatonya.

"Pada hari ini, setiap tahunnya rakyat DPRK memperingati dia (Kim Jong Il) yang telah mengabdikan seluruh hidup untuk kemakmuran, kebahagiaan, kemenangan, dan tentu saja kemerdekaan rakyat," ujar Dubes An Kwang Il.

Dubes An Kwang Il mengurai bahwa Kim Jong Il adalah seorang politisi yang luar biasa, seorang pemikir, seorang patriot yang baik hati, dan seorang komandan yang cerdas.

"Dia (Kim) tidak pernah merayakan ulang tahunnya selayaknya orang pada umumnya," ungkap An.

Menurutnya, setiap kali berulang tahun, Kim justru lebih sering menghabiskan waktu untuk bekerja, melakukan kunjungan ke pabrik, melihat peternakan, tambak ikan, institusi-insitusi penelitian, hingga meninjau unit-unit militer.

"Hari-hari terakhir dalam hidupnya, para dokter berusaha untuk membujuk (Kim) untuk tetap di rumah. Namun, dia tetap melakukan kunjungan ke provinsi di utara," lanjut An mengisahkan.

Bahkan, Kim meninggal dunia di dalam kereta ketika akan bekerja. Pada saat itu, hanya berselang dua bulan dari hari ulang tahunnya.

Setelah kepergian Kim, Komite Pusat Biro Politik dan Majelis Tertinggi menetapkan hari ulang tahun Kim sebagai hari libur nasional.

Bukan tanpa alasan, putra dari pendiri Korea Utara, Kim Il Sung itu telah memerintah selama kurang lebih setengah abad dan telah memberikan banyak pencapaian untuk DPRK.

Dalam kesempatan itu, An Kwang Il juga membahas mengenai kondisi keamanan di kawasan dan bagaimana dekatnya hubungan DPRK dengan Indonesia.

An Kwang Il menjelaskan, kemerdekaan, perdamaian, dan persahabatan adalah politik luar negeri yang dianut oleh DPRK.

"Melalui konfrontasi jangka panjang dengan kekuatan musuh, kami belajar bahwa kemerdekaan harus dipertahankan dengan senjata, bukan dengan kata-kata dan slogan-slogan," tegasnya.

Dalam pertemuan panel Partai Pekerja Korea di akhir Desember 2019, Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un telah memberikan empat tugas penting untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan DPRK.

Semua itu berdasarkan analisa yang mendalam dan komprehensif, yang juga sesuai dengan kondisi Semenanjung Korea dan kompleksnya peta hubungan dunia internasional.

"Kami sangat bangga telah dipimpin oleh seorang pemimpin yang kuat," jelas An lagi.

Lebih lanjut, An mengaku, Indonesia adalah satu-satunya negara yang dikunjungi oleh Presiden Kim Il Sung dan Jenderal Kim Jong Il secara bersamaan.

"Dalam acara ini, kami ingin mengembangkan hubungan persahabatan dengan Indonesia. Saya akan bekerja keras untuk memperkuat hubungan kerjasama antara kedua negara dan dua masyarakat," pungkas An Kwang Il.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020