Fakta Kondisi Kapal Pesiar Diamond Princess Terungkap, Profesor Jepang: Mengerikan, Tidak Layak Untuk Karantina

Kapal Pesiar Diamond Princess yang Dilabuhkan Di Yokohama untuk Proses Karantina/Net

Masa karantina di Kapal Pesiar Diamond Princess telah usai. Rabu (19/2) para penumpang diperbolehkan turun dari kapal yang ditambatkan di pelabuhan Yokohama sejak 5 Februari, tepatnya setelah ditemukannya kasus seorang penumpang terjangkit virus corona.

Seorang professor Jepang yang menyempatkan berkunjung ke dalam kapal tersebut saat usai masa karantina, mengungkap fakta yang mengejutkan.

Ia mengatakan kondisi di dalam kapal sangat menakutkan. Menurutnya, keputusan melakukan karantina di atas kapal pesiar itu sangat tidak tepat. Profesor Iwata Kentaro dari Universitas Kobe mengkritik keras upaya pemerintah Jepang melakukan proses karantina seperti itu.

Pakar penyakit menular tersebut mengatakan bahwa situasi di Diamond Princess sangat kacau dan melanggar prosedur karantina.

"Kapal pesiar itu sama sekali tidak memadai dalam hal pengendalian infeksi," katanya dalam video berbahasa Inggris dan Jepang yang dipostingnya  pada Selasa (18/2) malam waktu setempat, mengutip keterangan AFP, Rabu (19/2).

Manajemen kapal tidak memiliki tenaga profesional untuk menahan lajunya penyebaran virus corona.

"Di dalam Diamond Princess saya begitu takut terkena COVID-19," aku Iwata.

"Di sana tidak ada zona hijau, tidak ada zona merah, di mana-mana bisa terkena virus dan semua orang tak berhati hati. Tidak ada satu pun personel profesional pengendalian infeksi di dalam kapal itu," cetusnya miris.

Sebagai ahli penyakit menular dari Universitas Kobe, Iwata berpengalaman menghadapi penyakit Ebola, Kolera hingga SARS.

Saat ia masuk ke dalam kapal Diamond Princess bersama Disaster Management Medical Team, ia terkejut mendapati ada petugas medis yang justru tidak memakai peralatan lengkap saat mengurus pasien, sementara ia sendiri sudah tertular.

"Petugas medis tidak melindungi dirinya sendiri," kata Iwata, "Ia seolah sudah benar-benar menyerah untuk melindungi dirinya sendiri," lanjut Iwata.

Ia merasa miris sebab masukannya itu tidak mendapat respon dari birokrat Jepang. Menurutnya, karantina dan penanganan penyebaran virus corona di kapal pesiar Diamond Princess adalah sebuah kegagalan.

Pemerintah Jepang menyanggah pernyataan Iwata. Pejabat di sana menyebut mereka telah melakukan langkah yang positif.

"Infeksi sudah terjadi sebelum kapal dikarantina,” ujar Dr Shigeru Omi, mantan pejabat WHO yang kini menjadi penasihat pemerintah.  "Yang benar adalah bahwa kami melakukan yang terbaik untuk mengambil tindakan guna mencegah infeksi," katanya.

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan, proses karantina didukung oleh tenaga ahli medis berpengalaman.

"Para dokter ahli yang merupakan anggota tim pencegahan infeksi, mengawasi di dalam kapal," katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Inggris Bersiap Sambut Kehidupan Masa Depan Dengan 'Normal Baru', Seperti Apa?
Dunia

Inggris Bersiap Sambut Kehid..

26 Mei 2020 23:21
Beda Cerita Dengan Indonesia, Arab Saudi Tiadakan Shalat Id Berjamaah Dan Lockdown 24 Jam
Dunia

Beda Cerita Dengan Indonesia..

26 Mei 2020 18:23
Angkatan Udara AS Akan Hilangkan Syarat Tinggi Badan Untuk Yang Melamar Menjadi Penerbang
Dunia

Angkatan Udara AS Akan Hilan..

26 Mei 2020 18:16
Dililit Utang Dan Dihantam Pandemik, Maskapai Terbesar Amerika Latin Ajukan Pailit
Dunia

Dililit Utang Dan Dihantam P..

26 Mei 2020 17:34
Raja Judi Macau, Orang Terkaya Di Asia Meninggal Dalam Usia 98 Tahun
Dunia

Raja Judi Macau, Orang Terka..

26 Mei 2020 17:17
Kemenangan Venezuela Dan Iran Atas Sanksi AS
Dunia

Kemenangan Venezuela Dan Ira..

26 Mei 2020 16:51
Mi-8 Milik Rusia Jatuh, Empat Prajurit Tak Bisa Diselamatkan
Dunia

Mi-8 Milik Rusia Jatuh, Empa..

26 Mei 2020 15:26
Memanas Lagi, China Segera Ungsikan Warga Dari Perbatasan India
Dunia

Memanas Lagi, China Segera U..

26 Mei 2020 15:03