China Membalas Kebaikan Kamboja, Sahabat Yang Mengunjungi Pertama Kali Saat Wabah Terjadi

Menteri Kesehatan Kamboja Mam Bunheng (C) menyapa para ahli medis Cina di bandara di Phnom Penh, Kamboja/Net

Kita bisa belajar dari China dan Kamboja. Ketika China diterjang wabah virus corona, Kamboja adalah negara pertama yang memberikan dukungan. Tanpa rasa takut,  Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen menjadi pejabat tinggi negara pertama yang mengunjungi China di awal wabah virus corona terjadi. 

Kini, ketika Kamboja mengalami wabah virus corona, China pun bergerak cepat mengirimkan bantuannya.
Pada Senin (23/3) tim medis dari China tiba di Phnom Penh. Tim medis terdiri dari tujuh ahli yang dipilih oleh Komisi Kesehatan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan bantuan ini adalah tanda bersahabatan yang kuat antara China dan kamboja.

Dalam konperensi persnya, Geng mengatakan selain mengirimkan tim medis andalan, China juga menyumbangkan alat-alat medis seperti alat tes virus corona, masker pelindung N95, masker bedah, gaun isolasi, dan pakaian pelindung medis, melansir CGTN, Senin (23/3)
 
Geng mengingatkan lagi peran Kamboja yang begitu mendukung China di awal wabah terjadi dengan mengirimkan donasi dan bahan-bahan pencegahan epidemi.

Raja Kamboja Norodom Sihamoni dan isterinya, Ratu Norodom Monineath Sihanouk, telah memberikan simpati dan dukungan kepada China dengan mengirimkan Perdana Menteri Samdech Techo Hun Sen untuk mengunjungi China saat wabah virus corona menyerang China,” kaya Geng.

Hun Sen berkunjung ke Beijing dan bertemu dengan para pemimpin Tiongkok pada 5 Februari, menandai bahwa ia adalah  pemimpin asing pertama yang mengunjungi China.

Hun Sen juga berkesempatan bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Gedung Great Hall of the People di Beijing. Xi memberikan apresiasinya kepada Kamboja karena membantu China menghadapi corona.

"Seorang teman dibutuhkan adalah teman yang hadir, sebagaimana rakyat Kamboja ada dengan China dalam momen spesial ini," kata Xi ketika itu.
 
Geng mengungkapkan, saat ini Kamboja sedang berjuang keras melawan epidemic.

“Kami yakin akan melakukan upaya terbaik untuk memberikan bantuan komprehensif ke Kamboja," ujar Geng.
 
"Ini bukan hanya refleksi dari persahabatan khusus Tiongkok-Kamboja, tetapi juga apa yang harus kita lakukan sebagai komunitas dan persahabatan yang kuat,” kata Geng.

Sampai dengan Senin (23/3), Kamboja mengkonfirmasi dua kasus baru, sehingga jumlah total kasus menjadi 86 orang positif virus corona.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Marco Rubio: Teori Konspirasi Covid-19 Makin Kuat Jelang Pemilihan Presiden AS 2020
Dunia

Marco Rubio: Teori Konspiras..

27 Mei 2020 06:28
Xi Jinping: Militer Harus Siapkan Skenario Terburuk
Dunia

Xi Jinping: Militer Harus Si..

27 Mei 2020 06:02
Inggris Bersiap Sambut Kehidupan Masa Depan Dengan 'Normal Baru', Seperti Apa?
Dunia

Inggris Bersiap Sambut Kehid..

26 Mei 2020 23:21
Beda Cerita Dengan Indonesia, Arab Saudi Tiadakan Shalat Id Berjamaah Dan Lockdown 24 Jam
Dunia

Beda Cerita Dengan Indonesia..

26 Mei 2020 18:23
Angkatan Udara AS Akan Hilangkan Syarat Tinggi Badan Untuk Yang Melamar Menjadi Penerbang
Dunia

Angkatan Udara AS Akan Hilan..

26 Mei 2020 18:16
Dililit Utang Dan Dihantam Pandemik, Maskapai Terbesar Amerika Latin Ajukan Pailit
Dunia

Dililit Utang Dan Dihantam P..

26 Mei 2020 17:34
Raja Judi Macau, Orang Terkaya Di Asia Meninggal Dalam Usia 98 Tahun
Dunia

Raja Judi Macau, Orang Terka..

26 Mei 2020 17:17
Kemenangan Venezuela Dan Iran Atas Sanksi AS
Dunia

Kemenangan Venezuela Dan Ira..

26 Mei 2020 16:51