Malaysia Perpanjang Lockdown, Ratusan Ribu TKI Teriak Kelaparan

Kondisi TKI di Malaysia/Istimewa

Pemerintah Malaysia telah resmi memperpanjang kebijakan lockdown hingga 14 April 2020 mendatang. Namun tidak pernah disangka, kebijakan ini berimbas kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari nafkah di Negeri Jiran tersebut.

Direktur Pusat Penyelesaian Permasalahan Warga Negara Indonesia di Malaysia (P3WNI), Zainul Arifin menjelaskan, imbas yang dihadapi oleh ratusan TKI yang ada di Malaysia ialah persoalan ekonomi.

"Kondisi pekerja migran kita sangat memprihatinkan, sebab sudah hampir dua pekan mereka tidak diperbolehkan bekerja sebagaimana mestinya, dikarenakan kebijakan Pemerintah Malaysia untuk mencegah menularnya Covid-19 lebih luas," kata Zainul Arifin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (26/3).

Zainul Arifin mengatakan, kebijakan lockdown yang diterapkan Malaysia dilakukan secara displin dan tegas. Sebab, kebijakan ini diterapkan bukan hanya untuk warga negaranya, akan tetapi warga negara lain yang datang untuk bekerja.

"Jika ada yang melanggar akan diambil tindakan oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM), berdasarkan Akta 343. Dengan Denda tidak lebih dari 1,000 ringgit Malaysia atau dipenjara tidak lebih dari Enam (6) bulan kurungan," sebut Zainul Arifin.

Oleh karena itu, kondisi yang dihadapi TKI sangat berbeda dengan TKI yang bekerja di negara lain seperti Hongkong, Taiwan, Macau, dan atau Timur Tengah, yang masih memperbolehkan pekerja migran bekerja.

Hal ini pun, diterangkan Zainul Arifin, membuat ratusan TKI yang ada di Malaysia kekurangam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Karena, masih banyak TKI yang bekerja di sektor informal. Misalnya, bekerja di sektor pembangunan infrastruktur, buruh pabrik perkilangan, restoran dan cleaning service.

"Yang mereka mendapatkan gaji ada yang per hari, ada yang per minggu. Artinya satu hari tidak bekerja maka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya," ujar Zainul Arifin.

"PMI di Malaysia tidak takut dengan Virus Covid-19 tetapi yang paling ditakutkan adalah Virus Kelaparan, sebab tidak bisa bekerja maka tidak bisa makan," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Retorika Erdogan Soal Kebangkitan Hagia Sophia Dan Pembebasan Al-Aqsa Tidak Membantu Palestina
Dunia

Retorika Erdogan Soal Kebang..

16 Juli 2020 18:25
Bulan Depan Indonesia Jadi Presiden DK PBB Lagi, Ini Agenda Yang Akan Dibahas
Dunia

Bulan Depan Indonesia Jadi P..

16 Juli 2020 17:50
Raja Felipe VI Beri Penghormatan Kepada 28 Ribu Lebih Korban Meninggal Karena Covid-19 Dalam Sebuah Upacara
Dunia

Raja Felipe VI Beri Penghorm..

16 Juli 2020 17:14
Puji Kegigihan Menlu Retno Bantu Perjuangan Palestina, Waketum MUI: Iron Lady Dari Indonesia
Dunia

Puji Kegigihan Menlu Retno B..

16 Juli 2020 17:07
Jelang Musim Dingin, Korsel Wajib Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit
Dunia

Jelang Musim Dingin, Korsel ..

16 Juli 2020 16:59
Trump 'Jualan' Di Akun Medsos, Netizen Pun Ramai Teriak Boikot
Dunia

Trump 'Jualan' Di Akun Medso..

16 Juli 2020 16:31
Bertemu Delegasi Hamas, Dubes Kuba: Semua Konspirasi Israel Dan Amerika Di Palestina Ditakdirkan Untuk Gagal
Dunia

Bertemu Delegasi Hamas, Dube..

16 Juli 2020 15:48
NYT: Trump Siapkan Sanksi Baru, Anggota Partai Komunis China Dan Keluarganya Dilarang Masuk AS
Dunia

NYT: Trump Siapkan Sanksi Ba..

16 Juli 2020 15:44