Imbas Wabah Covid-19, Anwar Ibrahim: Pemerintah Harus Tegas, Jangan Pecat Pekerja Tapi Potonglah Gaji Pejabat

Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim/Net

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengecam sikap pemerintah Malaysia yang dinilai masih diam atas terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan di negeri jiran.

Wabah virus corona memang membuat semua dunia usaha terancam. Namun,  wabah yang terjadi ini tidak benar-benar mengancam perusahaan besar yang selama ini telah meraup keuntungan miliaran dolar.

Saat ini mereka hanya mengalami kemerosotan keuntungan. Anwar beranggapan tindakan pemecatan hanya karena keuntungan mereka yang merosot di saat-saat seperti ini sangat tidak bijak.

“Saya tidak mengerti mengapa Kementerian Sumber Daya Manusia dan pemerintah tidak menegaskan bahwa pekerja tidak dapat dipecat dan upah mereka dipotong dalam situasi seperti saat ini, karena keuntungan [perusahaan] kecil,” ujar Anwar dalam konferensi persnya melalui media sosial Facebook, Kamis (26/3).

Anwar mengatakan para pekerja tersebut bekerja di perusahaan kaya yang memiliki keuntungan miliaran dolar. Perusahaan-perusahaan itu hanya sempat mengalami kerugian ketika krisis ekonomi melanda.

"Ini bukan sistem yang perlu kita pertahankan," ujar Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu.

Untuk rencana memotong gaji dari perdana menteri, menteri, dan wakil menteri, selama dua bulan untuk disumbangkan bagi pasien Covid-19, ia menyatakan sependapat dan menyambut baik.
“Ini berarti tuntutan yang digaungkan rakyat telah direspons [pemerintah],” ujar Anwar.

Bahkan, ia menambahkan anggota parlemen PKR juga didesak untuk menyumbangkan gajinya di daerah pemilihan sebanyak mungkin, terutama bagi warga miskin.

Anwar juga menuntut keseriusan pemerintah Malaysia untuk menangguhkan cicilan rumah dan kendaraan akibat wabah Covid-19.
Angka kematian di Malaysia akibat virus corona bertambah menjadi 23 orang per Kamis (26/3).
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Retorika Erdogan Soal Kebangkitan Hagia Sophia Dan Pembebasan Al-Aqsa Tidak Membantu Palestina
Dunia

Retorika Erdogan Soal Kebang..

16 Juli 2020 18:25
Bulan Depan Indonesia Jadi Presiden DK PBB Lagi, Ini Agenda Yang Akan Dibahas
Dunia

Bulan Depan Indonesia Jadi P..

16 Juli 2020 17:50
Raja Felipe VI Beri Penghormatan Kepada 28 Ribu Lebih Korban Meninggal Karena Covid-19 Dalam Sebuah Upacara
Dunia

Raja Felipe VI Beri Penghorm..

16 Juli 2020 17:14
Puji Kegigihan Menlu Retno Bantu Perjuangan Palestina, Waketum MUI: Iron Lady Dari Indonesia
Dunia

Puji Kegigihan Menlu Retno B..

16 Juli 2020 17:07
Jelang Musim Dingin, Korsel Wajib Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit
Dunia

Jelang Musim Dingin, Korsel ..

16 Juli 2020 16:59
Trump 'Jualan' Di Akun Medsos, Netizen Pun Ramai Teriak Boikot
Dunia

Trump 'Jualan' Di Akun Medso..

16 Juli 2020 16:31
Bertemu Delegasi Hamas, Dubes Kuba: Semua Konspirasi Israel Dan Amerika Di Palestina Ditakdirkan Untuk Gagal
Dunia

Bertemu Delegasi Hamas, Dube..

16 Juli 2020 15:48
NYT: Trump Siapkan Sanksi Baru, Anggota Partai Komunis China Dan Keluarganya Dilarang Masuk AS
Dunia

NYT: Trump Siapkan Sanksi Ba..

16 Juli 2020 15:44