Korea Utara Mau Membantu Dunia Temukan Antivirus Covid-19, Tapi Ini Masalahnya

Warga Korea Utara di Pyongyang/VOA

Pemerintah Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara dan komunitas ilmuwan di negara itu sangat ingin membantu dunia menemukan antivirus Covid-19.

Namun masalahnya adalah di negara itu tidak ada atau belum ada orang yang terinfeksi virus Covid-19.

“Anda tidak bisa membuat anti virus kalau tidak ada virusnya. Itulah masalah yang kami miliki sekarang,” ujar Dubes An Kawang Il.

Demikian disampaikan Dutabesar Korea Utara An Kwang Il dalam perbincangan dengan redaksi akhir pekan lalu (27/3).

Dia mengatakan, bahwa negaranya bertindak jauh hari sebelum negara-negara lain mengambil tindakan setelah Republik Rakyat China (RRC) mengumumkan bahwa virus mematikan itu menyebar di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei.

Begitu pemerintah China menutup Wuhan pada tanggal 22 Januari, di hari yang sama pemerintah Korea Utara juga menutup perbatasan.

Perbatasan Korea Utara di sisi utara dengan China adalah Sungai Yalu atau Sungai Amnok yang mengalir sepanjang 790 kilometer dari dari Pegunungan Baekdu dan bermuara di Teluk Korea, serta Sungai Tumen yang mengalir sepanjang 521 kilometer dari Pegunungan Baekdu. Sekitar 17 kilometer sebelum bermuara di Laut Jepang atau Laut Timur, Sungai Tumen menjadi perbatasan antara Korea Utara dengan Federasi Rusia.

Adapun di sisi selatan, Korea Utara dipisahkan oleh Demilitarized Zone (DMZ) sepanjang 250 kilometer dengan Korea Selatan.

Dalam pembicaraan itu, Dubes An mengatakan, pihaknya terus berhati-hati. Warga diwajibkan mengenakan masker di luar rumah dan di dalam mobil. Sementara protokol physical distancing diawasi dengan ketat.

Memang sempat beredar sejumlah berita yang menyudutkan Korea terkait dengan penyebaran Covid-19 di negara itu.

Pertengahan Februari lalu Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengatakan bahwa sejauh itu tidak ditemukan  tanda-tanda kehadiran Covid-19 di negeri Kim Jong Un.

Di awal Maret, Special Rapporteur PBB, Tomas Ojea Quintana, seperti dikutip dari VOA memperingatkan konsekuensi serius apabila Covid-19 masuk Korea Utara.  

Khawatir akan penyebaran Covid-19 di Korea Utara, pada Senin (9/3), sejumlah diplomat asing memutuskan untuk meninggalkan Korea Utara. Dari bandara di Pyongyang, mereka terbang menuju Vladivostok, Rusia.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Marco Rubio: Teori Konspirasi Covid-19 Makin Kuat Jelang Pemilihan Presiden AS 2020
Dunia

Marco Rubio: Teori Konspiras..

27 Mei 2020 06:28
Xi Jinping: Militer Harus Siapkan Skenario Terburuk
Dunia

Xi Jinping: Militer Harus Si..

27 Mei 2020 06:02
Inggris Bersiap Sambut Kehidupan Masa Depan Dengan 'Normal Baru', Seperti Apa?
Dunia

Inggris Bersiap Sambut Kehid..

26 Mei 2020 23:21
Beda Cerita Dengan Indonesia, Arab Saudi Tiadakan Shalat Id Berjamaah Dan Lockdown 24 Jam
Dunia

Beda Cerita Dengan Indonesia..

26 Mei 2020 18:23
Angkatan Udara AS Akan Hilangkan Syarat Tinggi Badan Untuk Yang Melamar Menjadi Penerbang
Dunia

Angkatan Udara AS Akan Hilan..

26 Mei 2020 18:16
Dililit Utang Dan Dihantam Pandemik, Maskapai Terbesar Amerika Latin Ajukan Pailit
Dunia

Dililit Utang Dan Dihantam P..

26 Mei 2020 17:34
Raja Judi Macau, Orang Terkaya Di Asia Meninggal Dalam Usia 98 Tahun
Dunia

Raja Judi Macau, Orang Terka..

26 Mei 2020 17:17
Kemenangan Venezuela Dan Iran Atas Sanksi AS
Dunia

Kemenangan Venezuela Dan Ira..

26 Mei 2020 16:51