Bukannya Bantu Pemerintah Tangani Virus Corona, Orang Terkaya Di Mesir Ini Ancam Bunuh Diri Jika Jam Malam Diperpanjang

Ilustrasi/Net

Naguib Onsi Sawiris, miliuner dan sekaligus orang terkaya kedua di Mesir, mulai gusar dengan peraturan pemerintah mengenai jam malam.

Ia berharap pemerintah tidak memperpanjang kebijakan jam malam yang akan berakhir pada 8 April. Menurutnya jika kebijakan jam malam diperpanjang, dia khawatir ekonomi akan jatuh.

"Kita membutuhkan keputusan yang revolusioner, apa pun konsekuensinya, kalau orang-orang nanti sakit, mereka akan sembuh," katanya, dalam tayangan Middle East Monitor, Rabu (1/4).

Ia bersikeras wabah virus corona tidak menakutkan seperti yang dibayangkan orang. Dia malah menyarankan agar orang-orang kembali bekerja walau pandemi virus corona masih berlangsung.

"Dia (virus) hanya membunuh satu persen pasien, itu pun kebanyakan lansia," ujarnya, sambil mengabaikan data jumlah kasus di Mesir.

Saat ini Mesir memiliki angka kasus sebanyak 656 dan angka kematian 41 orang.

Naquib juga pernah menuliskan keputusannya di akun Twitter bahwa ia tidak ingin membicarakan soal virus corona lagi.

Ia terus-terusan mengkritik isu virus corona yang disebutnya akan menghancurkan ekonomi dalam jangka panjang.

"Saya telah mengambil keputusan, saya tidak ingin mendengar atau berbicara lagi soal virus corona. Benar-benar sulit dipercaya, apakah kita ingin berhenti hidup karena kita takut dengan sebuah virus?" isi cuitannya pada akun Twitter 5 Maret lalu.

Pemilik kekayaan USD 3 miliar ini, malah mengusulkan tiga solusi supaya ekonomi tetap berjalan di tengah wabah Covid-19.

Pertama, membagi pekerja menjadi dua sif. Kedua, mendorong pekerja tidur di pabrik dan tidak kembali ke rumah untuk membatasi pergerakan orang. Ketiga, mendorong pemerintah Mesir untuk mengimpor lebih banyak alat tes Covid 19.

Dengan begitu, mereka yang memiliki gejala bisa tetap di rumah untuk dikarantina.

Ia berharap solusinya didengar pemerintah Mesir. Bahkan, dia mengancam akan bunuh diri jika pemberlakuan jam malam diperpanjang.

Warganet malah mengkritik sikap Naquib. Warga menyindir mestinya pengusaha kaya raya itu menyumbang untuk membantu penanganan virus corona bukan hanya mengkritik pemerintah.

Naguib Sawiris adalah bagian dari keluarga Mansour, orang paling kaya di Mesir. Berdasarkan data Forbes, nilai kekayaan Naguib mencapai 3 miliar dolar AS atau hampir Rp50 triliun.

Pria berusia 65 tahun itu juga tercatat sebagai orang terkaya nomor sembilan di Benua Afrika.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Lebih Dari 100 Teroris Kembali Ke Jerman
Dunia

Lebih Dari 100 Teroris Kemba..

25 Mei 2020 17:08
Kim Jong Un Memimpin Pertemuan Komisi Militer Pusat Partai Pekerja
Dunia

Kim Jong Un Memimpin Pertemu..

25 Mei 2020 15:17
Jepang Cabut Status Darurat, Menteri Ekonomi: Tetap Waspada, Kami Tidak Bisa Hilangkan Virus Menjadi Nol
Dunia

Jepang Cabut Status Darurat,..

25 Mei 2020 13:44
Menlu China: UU Baru Terkait Hong Kong Tidak Pengaruhi Hak Dan Kebebasan Penduduk, Juga Kepentingan Investor Asing Yang Sah
Dunia

Menlu China: UU Baru Terkait..

25 Mei 2020 13:03
Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Penerbangan Dari Brasil Ke AS Dibatasi
Dunia

Terjadi Lonjakan Kasus Covid..

25 Mei 2020 12:25
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Selandia Baru, PM Ardern: Kami Baik-baik Saja
Dunia

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang ..

25 Mei 2020 11:36
Karena Pujiannya Kepada Gadis India, Postingan Ivanka Dibanjiri Kecaman
Dunia

Karena Pujiannya Kepada Gadi..

25 Mei 2020 10:05
Istri Xi Jinping Ternyata Masuk Dalam Daftar Duta Goodwill WHO
Dunia

Istri Xi Jinping Ternyata Ma..

25 Mei 2020 09:01