Tak Bisa Terapkan Physical Distancing, Ribuan Orang Di Kamp Pengungsi Pulau Lesbos Yunani Antre Ke Toilet

Anak-anak di Kamp Pengungsian Pulau Lesbos Yunani/Net

Saat ini semua negara memerintahkan kepada warganya untuk menerapkan physical (social) distancing, menjaga jarak aman untuk cegah penularan.

Namun, bagaimana dengan negara yang masyarakatnya sulit melakukan hal tu karena faktor keadaan, misalnya di kamp pengungsian yang harus antre bahkan untuk mengambil jatah makan atau ke toilet?

Physical distancing menjadi hal yang asing untuk warga di kamp pengungsian di Pulau Lesbos, Yunani. Di sana, untuk pergi ke toilet mereka harus antre berdesakan dengan ribuan pengungsi lain.

Lesbos adalah satu dari beberapa kepulauan Yunani yang mengelilingan garis pantai di Turki, sehingga menjadi tujuan awal para imigran jika ingin mencapai wilayah barat Eropa.

Beberapa orang terlihat menggunakan masker buatan sendiri di antara ribuan warga lainnya, melansir AFP, Sabtu (4/4).

Mereka agaknya tidak peduli lagi soal virus corona atau apa pun, yang mereka pikirkam bagaimaa mereka bisa mendapatkan makanan dan bisa pergi ke toilet.

"Apa gunanya memakai masker ketika aku berbagi toilet yang sama dengan 100 orang lainnya," begitu keluhan beberapa warga saat disarankan menggunakan masker.

Yunani telah memerintahkan kurungan atau penguncian seluruh wilayah kamp migran untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sementara sekitar 19.000 pencari suaka memaksa masuk ke Moria. Itu jauh lebih menakutkan dari pada yang berada di kamp.

Warga pengungsi tidak bisa pergi jauh-jauh untuk mencari kebutuhan mereka karena semua perbatasan telah dikunci ketat.

Awalnya, Pulau Lesbos di Yunani dihuni sebanyak 100.000 orang. Namun, pulau itu mendadak ramai setelah kedatangan para imigran dari berbagai negara.

Setelah melalui perjalanan laut yang melelahkan dari wilayah Turki, para imigran terdampar di pulau tersebut selama berhari-hari. Bahkan, ada yang terdampar hampir dua minggu, akibat kehabisan uang mereka sulit melanjutkan perjalanan ke pulau utama Yunani.

Tahun 2015 saja, Pulau itu mendadak padat dengan hampir 20.000 imigran. Para imigran rata-rata berasal dari Suriah, Irak dan Afghanistan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Marco Rubio: Teori Konspirasi Covid-19 Makin Kuat Jelang Pemilihan Presiden AS 2020
Dunia

Marco Rubio: Teori Konspiras..

27 Mei 2020 06:28
Xi Jinping: Militer Harus Siapkan Skenario Terburuk
Dunia

Xi Jinping: Militer Harus Si..

27 Mei 2020 06:02
Inggris Bersiap Sambut Kehidupan Masa Depan Dengan 'Normal Baru', Seperti Apa?
Dunia

Inggris Bersiap Sambut Kehid..

26 Mei 2020 23:21
Beda Cerita Dengan Indonesia, Arab Saudi Tiadakan Shalat Id Berjamaah Dan Lockdown 24 Jam
Dunia

Beda Cerita Dengan Indonesia..

26 Mei 2020 18:23
Angkatan Udara AS Akan Hilangkan Syarat Tinggi Badan Untuk Yang Melamar Menjadi Penerbang
Dunia

Angkatan Udara AS Akan Hilan..

26 Mei 2020 18:16
Dililit Utang Dan Dihantam Pandemik, Maskapai Terbesar Amerika Latin Ajukan Pailit
Dunia

Dililit Utang Dan Dihantam P..

26 Mei 2020 17:34
Raja Judi Macau, Orang Terkaya Di Asia Meninggal Dalam Usia 98 Tahun
Dunia

Raja Judi Macau, Orang Terka..

26 Mei 2020 17:17
Kemenangan Venezuela Dan Iran Atas Sanksi AS
Dunia

Kemenangan Venezuela Dan Ira..

26 Mei 2020 16:51