Lebih dari 120.000 Orang Menandatangani Petisi Tolak Pemecatan Kapten Angkatan Laut AS

Kapten Brett Crozier/Net

Lebih dari 120.000 orang menandatangani petisi meminta Angkatan Laut AS mengembalikan kapten kapal induk bertenaga nuklir, Brett Crozier, kepada jabatannya semula.

Kapten Brett Crozier dipecat dari komando USS Theodore Roosevelt pada hari Kamis (2/4) setelah ia mengirimkan surat yang ia tujukan kepada para petinggi Angkatan Laut AS. Dalam suratnya ia meminta Angkatan Laut mengambil tindakan tegas untuk mengarantina ribuan awak di dalam kapal itu sebab beberapa di antaranya telah terkena virus corona.

Namun, surat yang semestinya rahasia itu bocor ke media lokal, San Francisco Chronicle. Bocornya surat itu dianggap sebagai pelanggaran.

Crozier pun dipecat oleh Angkatan Laut AS.
"Tindakannya justru menyelamatkan banyak nyawa," kata suara dalam petisi online yang meminta mengembalikan Chrozier pada jabatannya semula, melansir CGTN, Sabtu (4/4).

"Meskipun dia dipecat, rencananya untuk memindahkan awak kapal demi keamanan dan terus ia laksanakan. Dia adalah pahlawan yang harus dihargai," komentar lainnya dalam petisi yang menolak pemecatan Crozier.

Pada Jumat, sehari setelah peluncuran petisi di Change.org, lebih dari 123.000 orang telah menandatangani, dari target 150.000.

Sebelumnya, dalam surat yang diterbitkan hari Selasa oleh San Francisco Chronicle, Crozier menulis; "Minta semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan NAVADMIN (Komando Personel Angkatan Laut) dan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) AS kamar karantina yang sesuai untuk seluruh kru saya, segera."

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mendukung pemecatan yang dilakukan Angkatan Laut AS.

"Sekretaris pertahanan mendukung sekretaris keputusan Angkatan Laut untuk mencopotnya," kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, dalam jumpa pers.

Dalam konferensi pers, pelaksana tugas (plt) Sekretaris Angkatan Laut AS Thomas Modly menjelaskan bahwa Crozier layak dipecat karena tindakannya menyebarluaskan berita seperti itu sebenarnya tidak perlu dilakukan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Trump Tanggapi Kritikan Soal Main Golf Di Tengah Wabah: Ini Membuatnya Terdengar Seperti Dosa Besar
Dunia

Trump Tanggapi Kritikan Soal..

26 Mei 2020 06:33
Lebih Dari 100 Teroris Kembali Ke Jerman
Dunia

Lebih Dari 100 Teroris Kemba..

25 Mei 2020 17:08
Kim Jong Un Memimpin Pertemuan Komisi Militer Pusat Partai Pekerja
Dunia

Kim Jong Un Memimpin Pertemu..

25 Mei 2020 15:17
Jepang Cabut Status Darurat, Menteri Ekonomi: Tetap Waspada, Kami Tidak Bisa Hilangkan Virus Menjadi Nol
Dunia

Jepang Cabut Status Darurat,..

25 Mei 2020 13:44
Menlu China: UU Baru Terkait Hong Kong Tidak Pengaruhi Hak Dan Kebebasan Penduduk, Juga Kepentingan Investor Asing Yang Sah
Dunia

Menlu China: UU Baru Terkait..

25 Mei 2020 13:03
Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Penerbangan Dari Brasil Ke AS Dibatasi
Dunia

Terjadi Lonjakan Kasus Covid..

25 Mei 2020 12:25
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Selandia Baru, PM Ardern: Kami Baik-baik Saja
Dunia

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang ..

25 Mei 2020 11:36
Karena Pujiannya Kepada Gadis India, Postingan Ivanka Dibanjiri Kecaman
Dunia

Karena Pujiannya Kepada Gadi..

25 Mei 2020 10:05