Sindir China, Menlu AS: Demokrasi Atau Tidak, Semua Negara Harus Transparan

Menlu AS, Mike Pompeo/Net

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mendesak semua negara untuk berlaku transparan dan jujur ketika memberikan data mengenai pandemik virus corona.

Itu, Pompeo ungkapkan dalam konferensi pers Departemen Luar Negeri pada Selasa (7/4), yang dianggap menyindir China yang sebelumnya melaporkan nol kematian akibat Covid-19 untuk pertama kalinya.

Meskipun begitu, Pompeo tidak menyebutkan kata China atau menggunakan retorika keras seperti yang selama ini dilakukannya.

"Setiap negara, apakah mereka negara demokrasi atau tidak, harus berbagi informasi secara transparan, terbuka, dan efisien," ujar Pompeo seperti dimuat Reuters.

Perubahan sikap Pompeo dan pejabat lainnya yang lebih lembut terhadap China disinyalir terjadi setelah Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping via telepon pada 27 Maret.

Pada saat itu, Xi menegaskan bahwa China telah transparan dan mengecam tindakan keras AS.

Dikatakan oleh Dutabesar China untuk AS, Cui Tiankai pada Minggu (5/4), terdapat pembicaraan yang kurang menyenangkan antara kedua belah pihak. Kendati begitu, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berselisih dan harus fokus pada solidaritas untuk menghentikan virus corona baru.

Menyikapi Dubes Cui, seorang pejabat senior di pemerintahan Trump mengatakan, jika China memang ingin melakukan kerjasama dengan AS, maka mereka bisa mengizinkan para peneliti AS untuk bekerja secara langsung di laboratorium Wuhan.

"Jika Dutabesar Cui mengatakan China bersedia bekerja sama dengan AS, kami akan menghargai kesempatan untuk bekerja secara langsung dengan laboratorium virologi mereka di Wuhan," ujarnya.

Pada Senin (6/4), China melaporkan tidak ada kasus kematian akibat virus korona untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai dan terjadi penurunan dalam kasus baru.

China juga telah menarik penguncian di Wuhan selama lebih dari 2 bulan pada Rabu.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20