Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Sebanyak 131 Juta Dolas AS Santunan Untuk Orang-orang Yang Kehilangan Pekerjaan Di China

LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 11 April 2020, 15:24 WIB
Sebanyak 131 Juta Dolas AS Santunan Untuk Orang-orang Yang Kehilangan Pekerjaan Di China
Ilustrasi/Net
Dampak wabah virus corona membuat orang-orang di China kehilangan pekerjaannya.

Sekitar 5 juta warga China terpaksa menganggur karena tempat mereka bekerja harus tutup.

Pemerintah China meluncurkan beberapa kebijakan sebagai dukungan bagi orang yang kehilangan pekerjaannya dan meredam dampak wabah virus corona.

Gui Zhen, seorang pejabat di Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial, pada konferensi persnya, mengatakan pada akhir Maret, China mengalokasikan 9,3 miliar yuan (131,58 juta dolar AS) premi asuransi pengangguran untuk 2,3 juta orang yang menganggur.

Tunjangan itu ternyata bukan hanya untuk warga China saja.

"Sebanyak 67.000 buruh migran yang menganggur juga menerima tunjangan hidup sementara senilai 410 juta yuan," tambah Gui, melansir Xinhua, Sabtu (11/4).

China sebelumnya telah menetapkan kebijakan untuk mensubsidi orang-orang yang menganggur yang tidak memenuhi syarat untuk asuransi pengangguran, atau yang asuransi penganggurannya telah berakhir.

"Subsidi pengangguran telah diperpanjang dari daerah-daerah yang sangat parah oleh wabah yang melanda seluruh negara dan menutupi semua penganggur yang diasuransikan," ujar Gui.

Kementerian telah mengambil langkah untuk meningkatkan cakupan tunjangan asuransi pengangguran berdasarkan batas aplikasi, merampingkan proses dan memfasilitasi layanan online.

Cina telah menjadikan pekerjaan sebagai salah satu prioritas kebijakan utama karena berkaitan erat dengan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi negara.

Sekitar 5 juta warga China kehilangan pekerjaannya akibat merebaknya virus corona dalam dua bulan pertama 2020.

Menurut data National Bureau of Statistics, tingkat pengangguran di perkotaan China melonjak 6,2 persen sejak Februari 2020 dan menjadi rekor tertinggi dari Januari 5,3 persen dan Desember 5,2 persen.

"Artinya ada sekitar 5 juta orang di China kehilangan pekerjaannya dalam kurun waktu dua bulan," kata Larry Hu, Chief China Economist dari Macquarie, mengutip CNBC, Selasa (17/3).
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA