Bos Walt Disney Company Tidak Akan Ambil Gaji Terkait Dampak Covid-19 Yang Menimpa 43 Ribu Karyawannya

Cinderella Castle at Disney's Magic Kingdom/Net

Presiden dan pejabat tinggi The Walt Disney Company, Bob Iger akan melepaskan seluruh gajinya terkait wabah yang berdampak terhadap 43 ribu karyawan yang dirumahkan.

Sementara itu, Chapek, CEO yang pada 25 Februari 2020 lalu baru ditunjuk untuk menggantikan Bob Iger yang akan pensiun akhir tahun ini, berencana menyumbangkan 50 persen gajinya.

Pada Maret lalu, Disney sudah memperingatkan para investor bahwa pandemi corona memengaruhi begitu banyak segmen bisnisnya. Itu adalah tantangan yang sangat berat bagi perusahaan untuk memperkirakan kinerjanya di masa depan.

Watt Disney baru akan melaporkan pendapatan kuartal kedua fiskal pada bulan Mei nanti.

Walt Disney World Resort harus mengambil langkah paling pahit, merumahkan sementara 43 ribu karyawannya mulai 19 April nanti. Walt Disney World sendiri telah tutup sejak 14 Maret lalu.

Dalam sebuah pernyataan hari Minggu, Disney mengonfirmasikan bahwa pihaknya mencapai kesepakatan untuk membayar asuransi kesehatan dan tunjangan lainnya selama cuti itu.

"Ini adalah keputusan yang tidak disukai serikat pekerja, namun, adalah hak perusahaan untuk memberhentikan dan memecat karyawan dalam situasi ini," kata Presiden Direktur Unite Here! Local 362, yang mewakili para pemain atraksi, penjaga, dan perencana liburan di Disney World, Eric Clinton.

Semua karyawan yang terkena dampak bisa segera mendaftar tunjangan pengangguran di Florida. Sementara mereka yang memiliki asuransi akan dapat mempertahankan tunjangan asuransi kesehatan, gigi, dan jiwa, selama satu tahun. Tidak hanya itu, perusahaan juga akan mempertahankan program bantuan pendidikan Disney Aspire, mengutip CNBC Internasional, senin (13/4).

"Disney akan membayar 100 persen dari semua biaya asuransi," jelas Clinton.

Seluruh segmen Taman Disney dan Produk memiliki sekitar 177.000 anggota pekerja, ini termasuk orang-orang yang bekerja di taman bertema dan di lokasi ritel seperti Disney Store.

Taman hiburan Disney di seluruh dunia ditutup tanpa batas waktu. Untuk yang di Asia telah ditutup sejak Februari, dan taman di AS dan Paris telah ditutup sejak Maret.  

Seperti diketahui, Taman hiburan, dan Produk Disney adalah bagian besar dari bisnis perusahaan. Tahun lalu, segmen ini menyumbang 37 persen dari total pendapatan perusahaan sebesar USD 69,6 miliar.

Tahun lalu, Disney melaporkan pendapatan USD 11,13 miliar dari box office global, mewakili sekitar 16 persen dari total pendapatan tahun ini.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32